Pohon Perindang Tumbang Makan Korban, Ini Kata Dinas
Pemerintahan

Pohon Perindang Tumbang Makan Korban, Ini Kata Dinas

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Lantaran usianya yang sudah tua, sejumlah pohon perindang di beberapa ruas jalan di Kulon Progo berisiko tumbang. Terlebih ketika cuaca ekstrem seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan akibat peristiwa pohon tumbang, nyawa seorang pengendara sepeda motor melayang.

Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Toni mengatakan, sejumlah ruas jalan di Kulon Progo memang berisiko terjadi pohon tumbang. Pihaknya mengklaim telah melakukan antisipasi risiko pohon tumbang.

"Pohon perindang di beberapa ruas jalan memang usianya sudah tua. Ada di Jalan Sugiman, Jalan Bhayangkara, Jalan Tobanan dan beberapa jalan lainnya. Kita lakukan pemotongan dahan dan penebangan kalau pohon sudah mati dan lapuk," kata Toni, Selasa (23/02/2021).

Toni mengklaim pihaknya tak menunggu peristiwa pohon tumbang untuk melakukan penebangan pohon atau sekedar pemotongan ranting. Hanya saja, sejumlah peristiwa pohon tumbang justru terjadi di ruas jalan provinsi ataupun jalan nasional. Sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemotongan ataupun penebangan. 

"Pohon yang berada di ruas jalan provinsi menjadi kewenangan Bina Marga provinsi DIY. Sedangkan jalan nasional menjadi ranah PJN [Pembangunan Jalan Nasional]," kata Toni.

Masyarakat, lanjut Toni, sebenarnya bisa melakukan penebangan atau memotong dahan pohon yang dinilai membahyakan secara mandiri. Hanya saja, sebelum melakukan pemotongan, masyarakat diminta mengajukan izin kepada pemangku kepentingan terkait.

"Kalau mau melakukan perawatan sendiri agar tidak berbahaya silakan mengajukan izin. Baik ke provinsi, kabupaten atau PJN tergantung ranahnya," imbuh Toni.

Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Edi Wibowo sebelumnya menyatakan sebagai upaya antisipasi potensi bencana hidrometeorologi termasuk pohon tumbang, jawatannya sudah menerbitkan Surat Keputusan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku hingga 28 Februari 2021 mendatang.

Melalui surat tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap bencana yang mungkin terjadi. Terlebih dengan potensi cuaca ekstrim di wilayah Kulon Progo.

"Sebagai antisipasi kami menghimbau masyarakat agar selalu waspada," ungkap Edi.

Diberitakan sorot.co sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor asal Pedukuhan Dayakan, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih bernama Damar Arimbaga Nugraha (20) harus meregang nyawa di ruas Jalan Pengasih-Sentolo pada Jumat (19/02) kemarin.

Ia tewas usai sepeda motor yang ia pacu tertimpa dahan pohon asam berukuran besar. Akibatnya, ia tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor dan tubuhnya terpental dan terpelanting menghantam aspal.