Organisasi Sosial Kemasyarakatan Berbagi Takjil di Sisi Selatan Kulon Progo
Peristiwa

Organisasi Sosial Kemasyarakatan Berbagi Takjil di Sisi Selatan Kulon Progo

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Aksi sosial berupa membagi-bagikan takjil maupun menu buka puasa bagi pengguna jalan masih nampak di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kulon Progo. Salah satunya seperti yang nampak di simpang tiga Brosot, Kapanewon Galur pada Sabtu (24/04/2021) sore.

Sejumlah orang yang mengenakan kaus hitam bertuliskan Plester nampak membawa sejumlah nasi kotak di beberapa sisi simpang tiga tersebut. Ketika lampu pengatur lalu-lintas menunjukkan warna merah, mereka bergegas mendekati pengguna jalan untuk memberikan nasi kotak tersebut.

Plester atau kepanjangan dari Paseduluran Lolaylitas Elite Solidaritas Tak Terbatas ini merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang ada di seluruh DIY. Di Kulon Progo, organisasi ini aktif dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan, termasuk kegiatan kali ini.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Sekretaris Plester Kulon Progo, Krisna Setyo Prabowo mengatakan, pihaknya sengaja menghelat kegiatan ini sebagai wujud kepedulian mereka. Terkhusus bagi para pengguna jalan yang belum tiba di rumah ketika adzan Maghrib berkumandang, pertanda waktu berbuka puasa.

"Kegiatan kali ini, kami menyiapkan sekitar 400 nasi kotak. Simpang tiga Brosot kami pilih karena wilayah ini merupakan daerah perbatasan. Banyak warga Kulon Progo yang bekerja di wilayah lain setiap sore lewat jalur ini," kata Krisna, Sabtu (24/04/2021).

Pihaknya, kata Krisna, mengadakan kegiatan sosial seperti ini merupakan upaya untuk mengajak generasi muda agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif. Sehingga waktu luang mereka bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan berguna bagi masyarakat. 

"Kami berharap banyak anak muda yang terketuk hatinya sehingga bisa terlibat kegiatan yang positif. Organisasi ataupun komunitas lainnya kami harap juga bisa melakukan kegaiatan yang bermanfaat untuk masyarakat," kata Krisna.

Salah seorang pengguna jalan, Wahyu mengapresiasi langkah organisasi satu ini. Daiakui oleh pria berusia 28 tahun ini bila dirinya kerap kali telat berbuka puasa lantaran dirinya masih harus memacu sepeda motornya ketika azan Maghrib berkumandang.

"Tentunya sangat bermanfaat kalau menurut saya. Tidak sedikit pekerja yang terpaksa berbuka puasa di jalan karena belum tiba di rumah. Kalau terburu-buru mengejar waktu buka puasa di rumah kadang malah tidak fokus di jalan," katanya.