Keberatan Bayarkan THR Secara Penuh, Dua Perusahaan Ajukan Keringanan
Sosial

Keberatan Bayarkan THR Secara Penuh, Dua Perusahaan Ajukan Keringanan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dua perusahaan di Kabupaten Kulon Progo telah mengajukan keringanan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri untuk karyawannya. Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama kedua perusahaan ini mengajukan keringanan pembayaran THR kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo.

Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Nurwahyudi dua perusahaan yang mengajukan keringanan pembayaran THR ialah perusahaan yang bergerak pada bidang produksi arang briket dan bidang kesehatan.

Dua perusahaan tersebut telah mengisi formulir pengajuan keringanan pembayaran THR. Kedua perusahaan tersebut mengaku tak bisa membayarkan THR sekali upah sesuai aturan pemerintah lantaran sangat terdampak pandemi.

"Dari 24 perusahaan di Kulonprogo sudah ada dua perusahaan yang mengisi form 2 [ketidakmampuan membayar THR secara penuh]. Nanti apakah akan dibayarkan 50 atau 75 persen itu yang masih terus kami awasi," ujar Nurwahyudi, Selasa (27/04/2021).

Terkait ketidak mampuannya membayarkan THR secara penuh, perusahaan wajib berdialog dengan karyawannya. Perusahaan berkaitan juga diminta transparan atas kondisinya melalui laporan resmi. 

"Perusahaan harus memberikan THR seminggu sebelum hari raya. Kalau melebihi itu, perusahaan dianggap tidak memberikan THR, dan akan diberi sanksi oleh badan pengawas perusahaan," imbuh Nurwahyudi.

Pihaknya, lanjut Nurwahyudi, telah menyiapkan posko aduan baik secara daring maupun luring. Posko ini didirikan untuk menampung laporan terkait pembayaran THR di Kulon Progo, yang diduga tidak sesuai aturan.

Terpisah, Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kulon Progo, Taufik Riko K.A menyampaikan bahwa pemberian THR merupakan kewajiban pengusaha atau perusahaan kepada buruh. Namun demikian diakuinya situasi pandemi memang sangat berdampak pada finansial perusahaan.

Untuk itu, Taufik berharap agar pengusaha bisa terbuka dengan para pekerja terkait dengan kondisi keuangan perusahaannya. Sehingga harapannya pekerja bisa memaklumi apabila THR belum bisa dibayarkan secara penuh.

"Apabila betul betul tidak bisa membayarkan THR-nya maka harus dibuktikan dengan laporan keuangan dan disampaikan kepada pekerja," ujar Taufik.