Emak-emak Berkebaya Turun ke Jalan Berbagi Takjil
Sosial

Emak-emak Berkebaya Turun ke Jalan Berbagi Takjil

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pemandangan unik nampak di sisi utara Alun-alun Wates pada Kamis (29/04/2021) sore. Sejumlah perempuan mengenakan kebaya berwarna putih dan kain jarik berwarna merah nampak menenteng sejumlah barang di tengah jalan.

Mereka adalah Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) Cabang Kulon Progo. Beranggotakan wanita-wanita yang cinta akan kebaya dan kain jarik, organisasi ini resmi berdiri di Kulon Progo pada 12 April 2021 lalu.

Bagi-bagi takjil bagi pengguna jalan merupakan aksi perdana dari organisasi ini. Sasarannya adalah pengguna jalan yang melintas di Alun-alun Wates. Tak sendiri, organisasi ini bekerja sama dengan Kodim 0731/Kulon Progo dan sejumlah organisasi serta komunitas lainnya.

"Organisasi kami memang fokus pada pelestarian kain jarik dan kebaya sebagai salah satu warisan budaya. Tapi kami juga ingin menunjukkan bila kami juga peduli dengan sesama," kata Ketua Panitia sekaligus Sekretaeris Komunitas KKI Cabang Kulon Progo, Tri Nur Utami, Kamis (29/04/2021) sore.

Wanita yang akrab disapa Utami ini mengatakan bila komunitas yang ia naungi ini memang tergolong baru. Kendati begitu, komunitas yang kini beranggotakan sekitar 50-an orang perempuan di Kulon Progo ini berkomitmen untuk terus mengenalkan penggunaan kebaya dan kain tradisional. 

Selain bergerak pada bidang sosial dan melestarikan warisan kebudayaan, komunitas ini juga bakal merangkul para prlaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kulon Progo. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya, hampir sebagian besar Komunitas KKI Cabang Kulon Progo merupakan perempuan-perempuan wirausaha.

"Kami tidak mau kalau hanya fokus pada satu bidang saja. Pelaku UMKM di Kulon Progo juga akan kami dampingi. Dengan kegiatan bagi-bagi takjil ini kami berharap warga lebih mengenal kami," kata Utami.

Salah seorang pengguna jalan, Fauzan mengatakan bila kegiatan bagi-bagi takjil ini sangat bermanfaat bagi pengguna jalan seperti dirinya. Pasalnya menjelang berbuka puasa, dirinya belum tiba di rumah untuk berbuka.

"Kadang berbuka puasa di jalan. Kalau ada bagi-bagi takjil seperti ini bisa menghemat pengeluaran," kata warga Girimulyo ini.