Jelang Lebaran, Produsen Peci Kebanjiran Order
Ekonomi

Jelang Lebaran, Produsen Peci Kebanjiran Order

Nanggulan,(kulonprogo.sorot.co)--Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, sejumlah perajin peci dan songkok mulai kebanjiran orderan. Seperti halnya yang dialami oleh Sarbini (51), warga Pedukuhan Lengkong, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan.

Produsen peci dan songkok rumahan ini mulai kebanjiran order sejak beberapa pekan lalu. Meski sebelumnya sempat merasakan dampak pandemi Covid-19 yang menyurutkan pesanan baik dari dalam daerah maupun luar daerah, kini Sarbini merasakan betul berkah bulan Ramadan.

"Peningkatan pesanan itu bahkan sampai 75 persen. Pertengahan bulan Ramadan kemarin keuntungan kami bahkan mencapai Rp 10 juta," kata Sarbini, Selasa (04/05/2021).

Ketika pandemi Covid-19, kata Sarbini, usaha produksi peci dan songkok miliknya bisa dibilang sangat terpuruk. Bahkan banyak stok yang ia siapkan justru tidak laku. 

"Saat awal pandemi di tahun 2020, orderan peci memang sempat sepi. Saya sudah buat banyak supaya bisa dijual saat itu tapi malah gak laku. Tapi alhamdulilah sekarang beda banget, permintaan peci sudah banyak," imbuh Sarbini.

Dibantu anak dan istrinya, kini Sarbini mengaku mampu memproduksi 40 buah peci dalam sehari. Motif pada peci yang ia produksi pun beragam. Mulai dari polos, corak bunga, karakter kartun hingga motif batik khas Kulon Progo, yakni Geblek Renteng.

Selain melayani pesanan langsung dari sejumlah langganan, Sarbini juga memasarkan produknya secara online melalui berbagai sosial media. Untuk harga, Sarbini menawarkan harga yang beragam, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu tergantung motif dan bahan baku yang digunakan.

"Bupati Kulon Progo menjadi salah satu orang yang sering memesan peci bermotif Geblek Renteng. Itu salah satu kebanggaan bagi kami," kata Sarbini.

Terkait dengan peci motif geblek renteng, Sarbini mengaku bahwa dia adalah orang pertama yang membuat motif tersebut. Pembuatan motif geblek renteng itu didasari atas usulan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo pada tahun 2016 silam. Saat itu, dia diminta membuktikan bahwa motif geblek renteng juga bisa diaplikasikan ke produk selain batik.

Dikatakan oleh Sarbini, dirinya merupakan orang pertama yang mengaplikasikan motif Geblek Renteng pada sebuah peci ataupun songkok. Awalnya ia sempat ragu apakah motif Geblek Renteng pada peci ataupun songkok bakal laku di pasaran.

"Tapi karena ada usulan dari berbagai pihak, produk peci bermotif Geblek Renteng ini justru laku keras. Orderan datang dari kalangan pemerintah maupun masysrakat umum untuk motif Geblek Renteng," kata Sarbini.