Ratusan Personil Gabungan Dikerahkan Dalam Operasi Ketupat Progo 2021
Pemerintahan

Ratusan Personil Gabungan Dikerahkan Dalam Operasi Ketupat Progo 2021

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Kepolisian Resor Kulon Progo melaksanakan gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2021, Rabu (05/05/2021) pagi. Bupati Kulon Progo, Sutedjo bertindak sebagai pemimpin apel yang dilaksanakan di halaman Mapolres Kulon Progo.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Tartono mengatakan, Operasi Ketupat Progo 2021 dilaksanakan selama 12 hari, yakni 6-17 Mei 2021. Adapun sasaran kegiatan ini ialah menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, serta mengetatkan pengawasan terhadap aturan pelarangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Ada 295 personil gabungan. 184 dari unsur Polri, kemudian ada 111 personel gabungan dari TNI, Satpol PP, Basarnas, Sarlinmas, Dishub dan beberapa instansi lainnya," kata Tartono, Rabu (05/05/2021).

Pihaknya, kata Tartono, menyiapkan dua posko pengamanan (pospam) dan tiga posko pemantauan (pospan) dalam operasi kali ini. Dua pospam berada di depan Pasar Baru Sentolo serta pospam di Kecamatan Temon sekaligus sebagai pos penyekatan. 

"Untuk pospan kita buat di dua obyek wisata, yakni di Pantai Glagah, Kapanewon Temon dan Kalibiru, Kapanewon Kokap. Ada satu pospan lagi sekaligus sebagai pos penyekatan di Kapanewon Kalibawang," imbuh Tartono.

Terkait pengawasan aturan larangan mudik, pihaknya, imbuh Tartono, tak segan-segan memberikan sanksi kepada warga yang nekat mudik. Polisi tak segan-segan meminta para pemudik untuk memutar balik kendaraannya menuju tempat asalnya bila sejumlah syarat yang dibutuhkan tak bisa ditunjukkan.

"Kami utamakan tindakan preventif dan preemtif. Tentu ada sanksi karena aturan ini bersifat larangan mudik, bukan lagi imbauan seperti tahun kemarin," imbuh Tartono.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan Pemkab Kulon Progo meminta agar seluruh warga Kulon Progo untuk mematuhi aturan yang ada, termasuk untuk tidak memaksakan diri mudik ke kampung halaman. Sutedjo mengakui bila rasa rindu terhadap keluarga di kampung halaman memang menuntut temu, kendati begitu, ia berharap warga lebih berpikir rasional untuk keselamatan dirinya sendiri dan anggota keluarganya.

"Apalagi kalau sudah rindu, tentu saja akan berpelukan dan kontak fisik langsung dengan anggota keluarga. Padahal di sisi lain kita harus taat betul menerapkan protokol kesehatan," kata Sutedjo.

Untuk mengobati kerinduan para perantau terhadap Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo telah mendukung gerakan Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB). Gerakan ini memungkinkan para perantau bisa mendapatkan sejumlah produk khas Kulon Progo yang dikirim langsung.

"Itu salah satu upaya kami agar para perantau bisa mengobati kerinduannya kepada Kulon Progo," kata Sutedjo.