Gagal Naik Haji Dua Kali, Sejumlah Calhaj Pilih Cabut Uang Pelunasan
Peristiwa

Gagal Naik Haji Dua Kali, Sejumlah Calhaj Pilih Cabut Uang Pelunasan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pil pahit harus ditelannoleh sejumlah calon haji (calhaj) dari Kabupaten Kulon Progo pasca keputusan peniadaan pemberangkatan jemaah haji pada tahun 2021. Seperti diketahui, pembatalan pemberangkatan jemaah haji telah diketok oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Lantaran mengalami kekecewaan, sejumlah calhaj memilih membatalkan rencananya untuk beribadah ke tanah suci. Bahkan seju.lah calhaj memilih mencabut biaya pelunasan pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Ahmad Fauzi membenarkan adanya sejumlah calhaj yang mencabut biaya pelunasan haji tahun ini. Rata-rata dari mereka telah dua kali mengalami kegagalan berangkat haji.

"Iya ada beberapa jemaah yang mencabut biaya pelunasan, bukan biaya pendaftaran," ungkap Fauzi, Jumat (04/06/2021).

Dijelaskan Fauzi total calhaj dari Kulon Progo yang sedianya berangkat pada tahun ini sebanyak 253 orang. Sedianya mereka berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji pada tahun 2020 lalu, namun terpaksa dibatalkan lantaran pandemi Covid-19. 

Adapun dari jumlah itu, lima orang calhaj telah mencabut biaya pelunasan. Fauzi kurang tahu alasan pencabutan itu. Namun melihat kondisi di mana sudah dua tahun ini keberangkatan haji ditunda, ditengarai itu menjadi salah satu faktornya.

"Meski sudah mencabut uang pelunasan, mereka masih berhak untuk berangkat dengan syarat melunasi biaya sesuai ketentuan yang berlaku," kata Fauzi.

Fauzi meminta kepada para calhaj yang keberangkatannya ditunda untun tetap bersabar. Menurutnya, langkah pemerintah meniadakan pemberangkatan jemaah haji merupakan salah satu upaya menjamin kesehatan jemaah haji aaal Indonesia.

"Keselamatan jiwa merupakan aspek yang wajib diutamakan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga memberikan amanah kepada pemerintah untuk melaksanakan tugas perlindungan. Karenanya, faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah menjadi faktor utama," jelas Fauzi.(bambang-jati)