Plaza Kuliner Glagah Direncanakan Beroperasi Juli Mendatang
Ekonomi

Plaza Kuliner Glagah Direncanakan Beroperasi Juli Mendatang

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo bakal segera mengoperasikan plaza kuliner di Pantai Glagah Indah, Kapanewon Temon. Rencananya, kawasan pujasera yang dibangun dengan dana senilai Rp 5,7 miliar ini bakal dioperasikan antara bulan Juli atau Agustus mendatang.

Saat ini, kompleks yang dibangun di atas lahan berstatus Paku Alam Ground (PAG) tersebut masih dalam perawatan. Sehingga bangunan berikut sejumlah sarana dan prasarananya belum bisa dimanfaatkan.

Kepala Dinpar Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan, Plaza Kuliner Glagah memiliki 50 kios yang terbagi dalam lima blok. Setiap blok berisi 10 kios yang diperuntukkan bagi pedagang di beberapa titik di Pantai Glagah.

Sebelum bisa dimanfaatkan dan dioperasikan, Joko menyebut bila ada sejumlah langkah yang mesti ditempuh terlebih dahulu. Di antaranya menjalin koordinasi dengan pihak Pura Pakualaman selaku pemilik lahan dibangunnya Plaza Kuliner Glagah.

"Kita sudah sowan dua kali untuk memohon arahan dan berkoordinasi terkait pemanfaatan Plaza Kuliner Glagah. Karena statusnya merupakan milik Pemda, jadi kita mulai menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak," kata Joko, Senin (07/06/2021).

Pendekatan secara humanis kepada pedagang di kawasan Pantai Glagah disebut Joko juga telah dilakukan pihaknya beberapa kali. Tujuannya ialah untuk memberi pengertian kepada para pedagang atas rencana pemindahan sejumlah pedagang agar lebih terpusat di Plaza Kuliner Glagah. 

Sejumlah pedagang di Pantai Glagah, dinilai berjualan di tempat yang tidak semestinya. Seperti lapak-lapak yang berjejer di area pemecah ombak, kawasan sempadan pantai serta sejumlah titik lainnya.

"Proses pemindahannya akan bertahap. Tidak ada paksaan. Hanya saja memang proses pemindahan ini mesti dilakukan dengan berbagai pertimbangan," imbuh Joko.

Adapun pertimbangan yang ia maksud ialah dari faktor kemungkinan berkurangnya pendapatan para pedagang setelah berpindah menuju Plaza Kuliner Glagah. Seperti halnya proses pemindahan pasar yang terjadi di Kulon Progo, sejumlah pedagang memang mengaku takut bakal berkurang pendapatannya setelah meninggalkan lapak lama.

Terlebih dengan status pandemi Covid-19 yang masih disandang Indonesia, Dinpar Kulon Progo mengaku tak mau membikin para pedagang di kawasan Pantai Glagah makin kerepotan. Kesadaran dari masing-masing pedagang diharapkan menjadi dasar atas kepindahan mereka menuju kawasan Plaza Kuliner Glagah.

"Jadi para pedagang juga harus sadar diri. Pantai Glagah masih jadi primadona. Plaza Kuliner Glagah ini menjadi salah satu upaya untuk menata wajah Pantai Glagah," kata Joko.

Terkait dengan konsep penataan, imbuh Joko, pihaknya bakal menggandeng sejumlah organisasi yang bergerak di bidang kepariwisataan. Di antaranya Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI).

Mereka digandeng untuk menjamin kualitas dan kendali mutu dari kuliner-kuliner yang dijajakan para pedagang ketika telah berpindah ke Plaza Kuliner Glagah. Pasalnya, Dinpar berharap agar kuliner yang disuguhkan di Plaza Kuliner Glagah nantinya hanya fokus pada satu kuliner, semisal seafood.

"Karena keberadaan Plaza Kuliner Glagah ini untuk menyambut bandara. Jadi harus banyak pilihan menu yang terjamin. Sehingga kita gandeng PHRI dan HPI juga untuk melatih SDM di sana," katanya.

Diakui oleh Joko bila pembangunan Plaza Kuliner Glagah menarik sejumlah orang untuk ikut membuka usaha kuliner di Glagah. Sebelum adanya rencana pembangunan kawasan tersebut, jumlah pedagang di Pantai Glagah hanya sebanyak 70-an orang saja. Namun munculnya rencana pembangunan turut mendongkrak jumlah pedagang di Pantai Glagah menjadi sekitar 200-an orang saat ini.

"Memang responnya bagus untuk kehadiran plaza kuliner. Hanya saja dengan makin banyaknya pedagang, harus kita atur betul nanti sistemnya seperti apa. Kita juga menjalin koordinasi dengan Pokdarwis dan Paguyuban Pedagang Pantai Glagah," terang Joko.

Ditanya soal rencana penataan kawasan bekas lapak sejumlah pedagang yang nantinya berpindah ke Plaza Kuliner Glagah, Joko menyebut bila hal itu menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Dinpar Kulon Progo dalam hal ini hanya memiliki kewenangan untuk menyiapkan dan menata dari sektor kepariwisataan.

Bila disesuaikan dengan rencana awal sebelum adanya Pandemi Covid-19, penataan wajah Pantai Glagah Indah juga bakal disertai dengan pengembangan kawasan pusat oleh-oleh dan souvenir. Rencanya, pengembangan kawasan ini bakal dilakukan setelah penataan Plaza Kuliner Glagah rampung digarap.