Detik Terakhir, Kontestasi Pilur Purwosari Hadapkan Keponakan dan Bulik
Peristiwa

Detik Terakhir, Kontestasi Pilur Purwosari Hadapkan Keponakan dan Bulik

Girimulyo,(kulonprogo.sorot.co)--Proses pemilihan lurah (pilur) serentak di Kabupaten Kulon Progo memasuki babak baru. Setelah tiga kalurahan melakukan perpanjangan proses pengembalian formulir pendaftaran, telah memunculkan nama-nama yang berminat bertarung memperebutkan kursi sebagai lurah.

Pada masa perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran, Kalurahan Purwosari menjadi sorotan lantaran hingga hari terakhir tahapan ini, tepatnya pada Kamis (15/07/2021), belum ada sosok yang terlihat berminat mencalonkan diri sebagai lurah. Kondisi demikian berpotensi membuat Kalurahan Purwosari tak bakal memiliki lurah dan terus diisi oleh penjabat sementara lurah.

Sesuai dengan aturan terkait pemilihan lurah, prosesnya bakal berlanjut bila jumlah pendaftar minimal sebanyak dua orang. Bila jumlah pendaftar hanya satu ataupun tak ada pendaftar sama sekali, tergantung keputusan Bupati Kulon Progo setelah panitia pilur mengajukan permohonan masukan atau saran.

Hal itu pula yang menimbulkan pertanyaan atas kinerja Panitia Pilur Kalurahan Purwosari, bila hingga batas akhir perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran tak kunjung ada peserta. Pasalnya, dengan jumlah warga Kalurahan Purwosari yang mencapai 4 ribu-an orang, dirasa mengganjal bila tak ada satu pun warga yang ingin mencalonkan diri sebagai lurah. Panitia Pilur Kalurahan Purwosari dinilai tak maksimal mensosialisasikan terkait agenda rutin enam tahunan sekali ini.

Kondisi demikian menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulon Progo dan sejumlah pihak lainnya.

Berdasarkan pantauan sorot.co pada hari terakhir perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran pada Kamis sore, Kepala DMPD Dalduk dan KB Kulon Progo, Ariadi; Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran; dan Kapolsek Girimulyo, AKP Sri Purwati nampak berada di Kantor Kalurahan Purwosari.

Namun pada detik-detik terakhir menjelang penutupan perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran, yakni sekitar pukul 15.45 WIB, dua orang datang bergantian memasukkan formulir pendaftaran berikut sejumlah syarat lainnya. Keduanya ialah Afidha Cita Amrullah dan Sri Murtini. Keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga, yakni bibi dan keponakan.

Kemunculan kedua nama ini membawa angin segar bagi pihak Panitia Pilur Kalurahan Purwosari dan sejumlah pihak lainnya. Pasalnya, selain nama-nama baru yang muncul, posisi lurah di Kalurahan Purwosari bakal segera terisi, seiring dengan berlangsungnya seluruh tahapan pilur serentak usai.

Setelah menerima berkas pendaftaran dan berkas kelengkapan lainnya dari kedua pendaftar, pihak Panitia Pilur Kalurahan Purwosari kemudian melakukan proses verifikasi data hingga tiga hari ke depan. Kemudian bakal dilanjutkan dengan pengumuman nama bakal calon lurah dan beragam proses lainnya.

Sejumlah panitia pilur yang bertugas nampak meneteskan air mata usai penghitungan mundur menuju pukul 15.00 WIB, sebagai tanda penutupan perpanjangan waktu pengembalian formulir pendaftaran. Mereka merasa lega lantaran proses perpanjangan tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Ketua Panitia Pilur Kalurahan Purwosari, Parjiya mengatakan pihaknya bakal mempercepat proses verifikasi data dan tahapan lainnya. Tujuannya ialah mengejar target dan jadwal agenda tahapan pilur serentak tahun 2021.

"Tentunya kami agak terharu tadi akhirnya ada nama yang muncul untuk mengembalikan formulir pendaftaran," kata Parjiya, Kamis (15/07/2021).

Ditanya soal minimnya minat untuk kontestasi dalam Pilur Purwosari, Parjiya mengaku tak begitu tahu menahu. Hanya saja, ia mengklaim pihaknya telah melakukan sosialisasi secara maksimal, terkait pilur serentak 2021. 

"Selama prosesnya kami sudah maksimal. Mungkin saja memang ada yang belum berminat kemarin. Baru hari ini di hari terakhir ada dua orang," imbuh Parjiya.

Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala DPMD Dalduk dan KB Kulon Progo, Ariadi mengatakan bila selain Kalurahan Purwosari, terdapat dua kelurahan lainnya yang melakukan perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran. Yakni Kalurahan Sidomulyo di Kapanewon Pengasih dan Kalurahan Banjaroya di Kapanewon Kalibawang.

"Untuk di Kalurahan Sidomulyo dan Banjaroya melakukan perpanjangan karena baru ada satu pendaftar. Sedangkan di Kalurahan Purwosari dilakukan perpanjangan karena belum ada pendaftar sama sekali," kata Ariadi.

Disebut Ariadi, sebenarnya proses pengembalian formulir pendaftaran ditutup pada 17 Juni lalu. Namun, untuk Kalurahan Purwosari, Kalurahan Sidomulyo, dan Kalurahan Banjaroya terpaksa memperpanjang proses pengumpulan formulir pendaftaran lantaran kriteria minimal peserta belum terpenuhui.

Ia berharap, setelah proses perpanjangan ini menjadi tahapan terakhir yang terkendala sehingga proses selanjutnya tetap berjalan lancar. Ia berharap, nama-nama yang muncul pada tahapan pendaftaran pilur merupakan sosok-sosok yang memiliki komitmen untuk membangun wilayahnya masing-masing.

Ditanya soal kondisi Purwosari yang tak kunjung memunculkan nama hingga hari terakhir, Ariadi mengaku tak begitu memperhatikan. Ia menyebut bila hal itu merupakan bagian dari dinamika proses pilur serentak.

"Kalau kami melihatnya bukan dari mengembalikan formulir di awal atau di akhir. Tapi lebih kepada prosesnya yang berjalan sesuai aturan yang berlaku," tutup Ariadi.