Idul Adha Saat PPKM Darurat, Penyembelihan Hewan Kurban Harus Sesuai Prokes
Peristiwa

Idul Adha Saat PPKM Darurat, Penyembelihan Hewan Kurban Harus Sesuai Prokes

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Jelang perayaan Iduladha 1442 H/2021 M, Pemkab Kulon Progo mulai menyusun sejumlah aturan terkait pelaksanaannya. Termasuk diantaranya soal aturan terkait proses penyembelihan hewan kurban yang harus menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan bahwa aturan terkait pelaksanaan kurban pada masa Covid-19 sudah tertuang pada Surat Edaran (SE) Bupati Kulon Progo Nomor 451 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pemotongan Hewan Kurban.

"Dalam SE tersebut diatur bahwa dalam tahapan distribusi, penjualan hingga penyembelihan hewan kurban harus sesuai dengan protokol pencegahan virus Covid-19," kata Aris, Sabtu (17/07/2021).

SE tersebut, kata Aris, dibentuk untuk mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19 dalam penyembelihan dan pendistribusian daging kurban. Dalam semua tahapan masyarakat diminta untuk tak abai terhadap protokol kesehatan.. 

Adapun untuk pola distribusi hewan kurban, sapi maupun kambing wajib menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dijual ke pasar atau masyarakat. Kemudian proses penjualannya pun harus memenuhi standar pencegahan Covid-19.

Penjual diwajibkan menggunakan alat pelindung diri berupa masker, faceshield, kaos lengan panjang, dan sarung tangan ketika melakukan transaksi jual beli. Hal tersebut juga berlaku bagi pembeli serta petugas penyembelihan hewan hingga masyarakat yang mendistribusikan daging kurban.

"Di pasar hewan pun penjual juga wajib menjaga jarak aman minimal satu meter. Pengelola pasar juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan rutin melakukan pembersihan serta desinfeksi di tempat penjualan," imbuh Aris.

Sedangkan untuk tata cara pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masyarakat, Aris meminta agar petugas penyembelihan harus merupakan masyarakat setempat dan tidak dalam kondisi sakit atau bergejala Covid-19. Sementara apabila petugas berasal dari kabupaten lain juga diharuskan dalam kondisi sehat dengan dibuktikan surat keterangan dokter.

Sementara untuk di lokasi penyembelihan, panitia penyelenggara harus menyediakan dua area yakni area bersih dan kotor. Untuk area kotor merupakan tempat penyembelihan hewan dan pengeluaran limbah. Sementara area bersih merupakan area pengolahan daging sebelum didistribusikan ke masyarakat.

"Untuk proses distribusi daging juga harus dibagikan langsung ke rumah-rumah penerima. Tidak boleh digelar dengan mengumpulkan massa," ujar Arif.