Soal Polemik Kalurahan Tuksono, Dinas Sebut Jadi Urusan Kapanewon
Pemerintahan

Soal Polemik Kalurahan Tuksono, Dinas Sebut Jadi Urusan Kapanewon

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Polemik dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu pamong di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo telah sampai kepada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulon Progo.

Seperti diketahui akibat dugaan kecurangan tersebut, puluhan warga Kalurahan Tuksono menggelar aksi demo menuntut pamong berpangkat jagabaya atau kasi pemerintahan untuk mundur pada Senin (19/07/2021).

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Dalduk dan KB Kulon Progo, Jumarna mengatakan bahwa terkait permasalahan tersebut pihaknya menilai bahwa aksi warga dipicu oleh ketidakpuasan warga atas kinerja Jagabaya berinisial S. Ia justru menepis dugaan kecurangan yang dilakukan S ketika menjadi panitia penjaringan dukuh yang dilaksanakan Kalurahan Tuksono belum lama ini.

"Kalau kami melihat, lebih ke arah ketidakpuasan warga terhadap salah satu pamong, dalam hal ini Jagabaya," kata Jumarna, Senin (19/07/2021).

Terkait dengan langkah tindak lanjut pasca aksi warga pada Senin siang, Jumarna menyebut bila hal itu menjadi ranah pemerintah kapanewon dan kalurahan. Jawatannya dalam hal ini menjadi bingkai dalam pelaksanaan regulasi. 

"Untuk langkah tindak lanjutnya seperti apa, kami serahkan kepada pihak kalurahan dan kapanewon. Tapi berdasarkan informasi yang kami terima, pamong yang dimaksud sudah menandatangani surat pengunduran diri," imbuh Jumarna.

Terpisah, Lurah Tuksono, Zainuri membenarkan pengunduran salah satu pamongnya tersebut. Pihaknya bakal segera melakukan penjaringan untuk mengisi kekosongan jabatan Jagabaya pasca pengunduran diri S.

"Kalau untuk sementara akan diisi oleh penjabat sementara. Akan kami rapatkan untuk segera mengisi formasi tersebut," kata Zainuri.

Diberitakan sebelumnya oleh sorot.co, dugaan kecurangan dilakukan oleh oknum Jagabaya Kalurahan Tuksono ketika menjadi panitia penjaringan dan seleksi dukuh. Ada tiga pedukuhan yang kala itu tengah mengisi dukuh baru, yakni Pedukuhan Taruban Wetan, Pedukuhan Kalisono, dan Pedukuhan Paten.

Oknum jagabaya tersebut diduga menerbitkan surat keputusan atau SK dan memalsukan persyaratan berupa ijazah pendidikan terakhir salah satu peserta. Buntut dari dugaan kecurangan tersebut, Jagabaya diminta mundur oleh warga.