Belum Ada Keputusan Soal Perpanjangan PPKM Darurat, Ketua Gugus Tugas : Akan Diganti PPKM Berlevel
Peristiwa

Belum Ada Keputusan Soal Perpanjangan PPKM Darurat, Ketua Gugus Tugas : Akan Diganti PPKM Berlevel

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Desas desus soal perpanjangan PPKM Darurat hingga akhir Juli mendatang masih belum jelas. Hingga tersisa satu hari pemberlakukan PPKM Darurat, pemerintah pusat belum memberikan keterangan resmi terkait keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan PPKM Darurat.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan, meski pemerintah belum memberikan keterangan resmi terkait kejelasan pemberlakuan PPKM Darurat, pihak Pemkab Kulon Progo baru saja melakukan video conference (vidcon) dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri. Dalam vidcon tersebut, muncul istilah baru pada kebijakan PPKM.

"Jadi setelah PPKM Darurat, yakni pada tanggal 21 Juli hingga 31 Juli istilahnya bukan PPKM Darurat atau PPKM Mikro lagi. Tapi dengan PPKM Level. Mulai dari level satu hingga level empat," kata Fajar, Senin (19/07/2021).

Dalam penerapan PPKM berlevel tersebut, setiap levelnya memiliki klasifikasi dengan sejumlah faktor penentu untuk menentukan level PPKM yang harus diterapkan pada masing-masing wilayah. Adapun faktor penentu level di antaranya adalah jumlah penambahan kasus positif mingguan, penambahan kasus positif bulanan, dan angka bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19. 

Disebut Fajar, untuk wilayah DIY disebut masuk dalam level empat. Penentuan level empat ini lantaran jumlah penambahan kasus Covid-19, baik mingguan ataupun bulanan masih tinggi. Selain itu, angka BOR atau ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 masih di atas 80 persen.

"Untuk Kulon Progo level PPKM-nya menjadi satu kesatuan dengan DIY. Jadi penerapan PPKM level 4 nanti akan diterapkan di seluruh kabupaten kota di DIY. Aturan ini bersifat parsial, sehingga masing-masing wilayah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri-sendiri," imbuh Fajar.

Secara garis besar, PPKM level empat masih mengharuskan suatu wilayah untuk menutup tempat-tempat berpotensi menimbulkan kerumunan dan seluruh destinasi wisata. Peraturan pembatasan mobilitas masyarakat juga masih perlu dilakukan.

Setiap penurunan level dari angka tinggi menuju angka yang lebih rendah akan diiringi dengan kelonggaran-kelonggaran kebijakan. Sehingga secara bertahap masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Terkait dengan ketentuan baru tersebut, lanjut Fajar, ia berharap pemerintah pusat untuk segera menerbitkan aturan dan klasifikasi secara mendetail terkait masing-masing level dalam PPKM kali ini. Aturan tersebut dinanti lantaran akan segera ditindaklanjuti di tingkat daerah agar kondisi di masyarakat tidak semakin bingung.

Di sisi lain, Fajar juga berharap agar masyarakat bisa mendukung pelaksanaan kebijakan ini. Sehingga dengan begitu jumlah penambahan Covid-19 mingguan ataupun bulanan bisa berkurang dan berdampak pada angka BOR atau ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19.

"Kalau semua bisa turun, baik angka penambahan kasus Covid-19. Sehingga level PPKM di Kulon Progo bisa di level tiga ataupun level dua," terang Fajar.

Adapun langkah yang dilakukan Pemkab Kulon Progo untuk mengejar target menyusutkan angka level PPKM ialah dengan segera merampungkan target vaksinasi. Sehingga herd immunity bisa segera terbentuk.