Udara Dingin Setiap Malam, Warga Diimbau Waspada Risiko Penyakit
Peristiwa

Udara Dingin Setiap Malam, Warga Diimbau Waspada Risiko Penyakit

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Udara dingin hingga menusuk tulang terasa melanda di sejumlah wilayah sejak beberapa waktu lalu. Kabupaten Kulon Progo termasuk salah satu wilayah yang merasakan dampak fenomena alam tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai risiko penyakit akibat udara dingin. Sejumlah penyakit yang berisiko muncul dampak udara dingin di antaranya seperti alergi dingin, asma, biduran, bronkitis, dan berbagai alergi lainnya.

"Berbagai potensi penyakit memang sering muncul saat cuaca dingin, terutama terkait dengan penyakit alergi udara," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulon Progo, Rina Nuryati pada Selasa (20/07/2021).

Sebagai upaya pencegahan, Rina mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Diantaranya dengan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur serta mengkonsumsi vitamin apabila diperlukan. 

Kemudian pada malam hari, masyarakat juga diimbau mengenakan pakaian hangat serta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Selain karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, terapapar udara dingin juga dikhawatirkan dapat membuat imun tubuh menjadi lemah.

"Meski melemahnya imun manusia itu multifaktoral dan tidak hanya satu penyebab. Namun udara dingin bisa menjadi salah satunya," ungkap Rina.

Terpisah, Kepala Stasiun klimatologi Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, suhu udara dingin disesebabkan sejumlah faktor. Pertama, adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia atau disebut dengan Monsoon Dingin Australia. Di Yogyakarta udara dingin sendiri sudah terjadi selama lima hari terakhir.

Suhu udara dingin, lanjut Reni, juga diakibatkan tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa. Kandungan air dalam tanah hampur menipis, kandungan uap air di udara juga rendah, dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara. Suhu udara minimum berkisar 18-23 derajat celcius dan kelembapan udara permukaan minimum 50-58 derajat celcius.

Reni memperkirakan kondisi tersebut berlangsung hingga Agustus. Masyarakat diminta menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan (menghindari dehidrasi) serta makanan dan minuan hangat. Pada malam hari gunakan pakaian selimut tebal. Suhu pendingin udara ruangan tidak terlalu rendah. Menggunaan krim pelembab kulit, supaya kulit tidak kering.

Potensi peningkatan penyakit pernafasan yang diakibatkan virus dan bakteri. Kulit dan bibir menjadi kering, mimisan. Jika paparan udara dingin terus berlangsung, akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia),” ungkapnya.