Warga Kroco Masih Pertahankan Distribusi Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik
Peristiwa

Warga Kroco Masih Pertahankan Distribusi Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Sebelum masa pandemi Covid-19, atau pada tahun 2019 silam, pemerintah sempat gencar mensosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik dalam pendistribusian daging kurban. Tujuan dari kampanye ini ialah mengurangi limbah sampah plastik yang biasanya meningkat pada masa Iduladha.

Namun sejak status pandemi Covid-19 disandang Indonesia, selama dua kali perayaan Idulkurban, yakni pada tahun 2020 dan tahun 2021 atau 1441 Hijriah dan 1442 Hijriah, kampanye soal pengurangan penggunaan kantong plastik seakan hilang. Tapi siapa sangka bila masih ada sejumlah kelompok masyarakat yang tetap mempertahankan salah satu upaya untuk mengurangi limbah kantong plastik.

Seperti halnya yang dilakukan jemaah Masjid Al-Azhar di Pedukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih. Mereka masih mempertahankan penggunaan dekon atau sarangan, yakni wadah yang dibuat dari anyaman daun kelapa kemudian dilapisi dengan daun jati.

Setidaknya sudah sejak tiga tahun terakhir, proses pendistribusian daging kurban di tempat tersebut bersih dari penggunaan kantong plastik. Selain sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan, penggunaan dekon atau sarangan ini bertujuan untuk melestarikan peninggalan leluhur.

"Dekon atau sarangan ini zaman dulu digunakan leluhur untuk dijadikan wadah nasi berkat kenduri. Namun semenjak adanya besek dan kardus karton serta kantong plastik, dekon berangsur menghilang. Kami coba melestarikannya lagi," kata Pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri Kulon Progo sekaligus Danarta Kalurahan Sendangsari, Sugiyanto pada Rabu (21/07/2021).

Selama penggunaan dekon atau sarangan untuk pendistribusian daging kurban, lanjut Sugiyanto, tak pernah merasa keberatan. Warga justru mendukung upaya panitia kurban dan pemerintah kalurahan untuk menekan limbah anorganik seperti kantong plastik. 

Dukuh Kroco, Slamet Supriyono mengatakan bila kali ini, di Masjid Al-Azhar terdapat satu ekor sapi dan empat ekor kambing yang akan disembelih. Hewan kurban tersebut merupakan pemberian dari 11 sohibul kurban yang akan didistribusikan untuk 300-an kepala keluarga (KK) di wilayah setempat.

"Kami memang berupaya konsisten untuk menggunakan bahan organik dalam pendistribusian daging kurban. Ini upaya kami untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kebetulan di wilayah sini memang masih banyak pohon kelapa dan pohon jati," kata Slamet.

Dikatakan oleh Slamet, sebagai upaya menekan risiko penyebaran Covid-19, masyarakat yang biasanya membuat dekon bersamaan dengan waktu penyembelihan, kini diminta membuat dekon di rumahnya masing-masing. Setiap satu orang diminta untuk membuat 10 buah dekon untuk keperluan pendistribusian daging kurban.

Sedangkan pada proses penyembelihan, jumlah panitia kurban juga terbatas. Mereka juga diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menjaga jarak selama proses penyembelihan dan pembagian daging kurban.

"Jadi semua sudah kami siapkan agar tidak berisiko terjadi penularan Covid-19. Semua panitia yang terlibat dalam penyembelihan juga dalam kondisi sehat," imbuh Slamet.

Setelah daging kurban diterima warga, daging kurban diharapkan dicuci bersih terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai upaya tambahan untuk menjamin kebersihan daging. Meskipun ketika proses penyembelihan, panitia telah menjaga kebersihan dan mencuci daging.