Mengintip Proses Penyembelihan Hewan Kurban di RPH, Hewan Kurban Diperiksa Ante Mortem dan Post Mortem
Peristiwa

Mengintip Proses Penyembelihan Hewan Kurban di RPH, Hewan Kurban Diperiksa Ante Mortem dan Post Mortem

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Menyembelih hewan kurban menggunakan jasa dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) menjadi salah satu opsi untuk menjamin kesehatan dan keamanan daging kurban. Selain penanganan hewan kurban yang profesional namun tetap menjamin kehalalannya, RPH biasanya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi hewan kurban yang akan disembelih dan setelah disembelih.

Seperti halnya pada proses penyembelihan hewan kurban di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) RPH Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo di komleks Pasar Hewan Terpadu Pengasih. Sebelum disembelih, para petugas di RPH tersebut terlebih dahulu memeriksa kondisi hewan kurban sebelum disembelih, atau biasa disebut ante mortem.

"Pemeriksaan ante mortem bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan kurban. Mencari apakah ada cacat pada hewan kurban, melihat perilakunya, dan mengamati nafsu makannya. Ketika ante mortem hasilnya baik, maka dilanjutkan dengan penyembelihan," kata Petugas RPH Kulon Progo, Mulyadi Pranawa pada Rabu (21/07/2021).

Namun apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ante mortem, hewan kurban dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, maka pihak PRH Kulon Progo akan memberikan rekomendasi kepada panitia kurban terkait untuk tidak menyembelih hewan kurban tersebut. Pasalnya, kondisi hewan kurban dinilai tidak laik untuk dijadikan hewan kurban. 

Setelah hewan kurban dinyatakan sehat pada proses ante mortem, prosesnya berlanjut. Sebelum disembelih, hewan kurban diistirahatkan di kandang RPH Kulon Progo selama kurang lebih dua jam. Tujuannya adalah agar hewan kurban tidak stress sebelum disembelih, yang berisiko mengancam keselamatan para jagal lantaran berontak ketika hendak dirobohkan.

Ketika dirasa cukup, hewan kurban dibawa ke ruang penyembelihan. Badan hewan kurban dijepit menggunakan alat khusus yang bertujuan mempermudah ketika hewan kurban seperti sapi hendak dirobohkan. Setelah hewan kurban roboh, salah seorang petugas jagal bakal membaca doa kemudian menyembelih hewan kurban.

Setelah seluruh bagian hewan kurban dikuliti dan dilanjutkan dengan pemisahan antara daging dan tulang, petugas RPH kembali memeriksa kondisi daging hewan kurban atau pemeriksaan post mortem. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi daging, layak dikonsumsi atau tidak.

"Tahun lalu kami memeriksa, ditemukan cacing hati pada dua ekor sapi. Sohibul kurban kami panggil untuk melihat kondisi hati sapi yang ditemukan cacing hati, kemudian dimusnahkan bersama-sama," imbuh Mulyadi.

Usai proses penyembelihan hewan dan pemotongan daging, petugas RPH akan mengantarkan seluruh bagian dari hewan kurban yang disembelih kepada panitia kurban. Petuhas RPH sama sekali tak mengambil jatah atau bagian daging dari hewan kurban yang mereka sembelih.

"Daging kurban kami antar dengan mobil boks dilengkapi pendingin. Sehingga kondisi daging kurban tetap terjaga," imbuh Mulyadi.

Ditanya soal biaya penyembelihan dan pemotongan, Mulyadi mengatakan bila biaya berbeda antara kambing, domba, ataupun sapi. Untuk sapi, setiap satu ekor dipatok harga Rp 800 ribu untuk proses penyembelihan hingga daging di antarkan. Setiap satu ekor sapi, setidaknya membutuhkan waktu dua jam hingga tiga jam