Berkah Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging Kebanjiran Pesanan
Ekonomi

Berkah Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging Kebanjiran Pesanan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Berkah tersendiri dirasakan oleh para penyedia jasa penggilingan daging pada masa Idul Adha kali ini. Pasalnya, banyak masyarakat yang memilih mengolah daging kurban menjadi bakso atau olahan lainnya yang berbahan baku gading giling.

Berdasarkan pantauan sorot.co di Pasar Wates pada Kamis (22/07/2021), dua penyedia jasa penggilingan daging mengalami peningkatan. Bahkan peningkatan permintaan penggilingan daging mencapai tiga kali lipat hingga empat kali lipat ketimbang hari biasa.

Seperti yang nampak di kios milik Yuli (49), warga Kalurahan Wates, Kapanewon Wates. Belasan orang nampak mengantre sambil menenteng kantong plastik berisi daging. Selain itu, nampak pula berjejer belasan bahkan puluhan kantong plastik berisi daging, lengkap dengan tepung dan beragam bumbu untuk turut digilingkan.

"Peningkatan permintaan penggilingan daging sejak Selasa kemarin. Setiap hari bisa menggiling sekitar 100 kilogram daging," kata Yuli pada Kamis (22/07/2021).

Disebut Yuli, setidaknya ada dua macam gilingan yang diminati masyarakat saat ini, yakni daging giling biasa atau kreni serta daging giling lengkap dengan adonan bakso. Untuk tarifnya, daging giling biasa dipatok dengan harga Rp 5ribu per kilogramnya, sedangkan daging giling lengkap dengan adonan bakso dipatok dengan harga Rp 25ribu. 

Penyedia jasa penggilingan daging lainnya di Pasar Wates, Susanto (33) mengatakan hal serupa. Peningkatan permintaan penggilingan daging diprediksi bakal terjadi hingga Sabtu (24/07) mendatang.

"Kalau hari biasa, sehari paling cuma bisa menggiling sekitar satu kuintal. Tapi ketika Idul Adha seperti ini, setiap hari bisa menggiling daging sekitar tiga kuintal hingga empat kuintal," kata Susanto ditemui di sela-sela melayani warga yang hendak menggilingkan daging kurban.

Sama halnnya dengan yang dialami Yuli, permintaan penggilingan daging mayoritas terdiri dari dua jenis gilingan. Yakni daging giling kreni dan daging giling lengkap dengan adonan bakso.

"Untuk harganya, kalau daging giling kreni Rp 5ribu per kilogramnya, untuk adonan bakso Rp 30 ribu per kilogramnya," imbuh Susanto.

Salah seorang warga Wates, Wahyu (31) mengaku memilih menggilingkan daging kurban miliknya agar lebih tahan lama lantaran jumlahnya yang banyak. Ia memilih menjadikan daging kurban miliknya menjadi adonan bakso.

"Kalau sudah dijadikan adonan bakso akan lebih awet karena bisa disimpan lebih lama di freezer. Kalau dalam bentuk daging, ketika disimpan di dalam freezer pasti rasanya berbeda," katanya.