Dalam Lima Hari, Klinik Pratama Bhayangkara Lakukan Vaksin Untuk 500-an Anak
Peristiwa

Dalam Lima Hari, Klinik Pratama Bhayangkara Lakukan Vaksin Untuk 500-an Anak

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan anak di Kulon Progo dan sekitarnya telah mendapatkan dosis pertama vaksin sebagi upaya pencegahan risiko pemaparan Covid-19. Vaksinasi dilakukan oleh Klinik Pratama Bhayangkara Polres Kulon Progo sejak lima hari terakhir.

Kepala Urusan Kesehatan Klinik Pratama Bhayangkara Polres Kulon Progo, Juliana Saragih mengatakan bila program vaksinasi dengan sasaran anak pada rentang usai 12 tahun hingga 18 tahun mulanya diprioritaskan bagi keluarga anggota kepolisian. Namun pihaknya juga menerima masyarakat umum yang memang ingin anaknya segera divaksin.

"Memang target kami dua minggu ini adalah anak dari anggota Polri. Namun berjalannya waktu, banyak masyarakat yang juga berminat karena cukup mendaftar melalui masing-masing Polsek," kata Juliana ditemui di sela-sela proses pemberian dosis vaksin, Kamis (22/07/2021).

Hingga saat ini, setidaknya telah asa 580 anak yang mendapatkan dosis pertama vaksin pencegahan Covid-19. Mereka sebagian besar merupakan keluarga anggota Polri, namun ada pula warga masyarakat biasa. Selain dari dalam Kulon Progo, para peserta vaksin juga datang dari luar Kulon Progo. 

"Untuk warga luar Kulon Progo, selama masih di Provinsi DIY masih bisa kita beri vaksin. Untuk anak syaratnya menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga," imbuh Juliana.

Adapun jenis vaksin yang diberikan untuk anak, kata Juliana, adalah vaksin Sinovac. Pemilihan vaksin jenis ini telah sesuai dengan arahan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo. Pasalnya, Sinovac dinilai memiliki efek samping paling ringan bagi anak-anak. Bahkan dari hasil pemantauan selama pemberian vaksin untuk anak-anak usia 12 tahun hingga 18 tahun, tak ada penerima vaksin yang menderita kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi).

"Memang ada satu atau dua anak yang awalnya sempat takut dengan jarum. Tapi setelah diberi vaksin, mereka tidak mengeluhkan gejala apapun. Jadi bisa dibilang selama pelaksanaan vaksinasi anak belum ada temuan kipi," imbuh Juliana.

Salah seorang anak peserta vaksin asal Pedukuhan Kepek, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih bernama Riko Satya Adinata mengaku ingin mendapatkan vaksin agar bisa kembali bersekolah. Seperti diketahui, salah satu syarat pembelajaran tatap muka kembali dimulai ialah siswa telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Ya pengin segera sekolah kalau sudah divaksin. Teman-teman juga saya ajak biar segera vaksin," katanya dengan lugu.

Bocah berusia 12 tahun ini mengaku tak takut atau merasa sakit ketika jarum suntik ditusukkan di lengan kirinya. Ia juga mengaku tak mengalami efek samping pasca injeksi vaksin Sinovac ke dalam tubuhnya.