PPKM Diperpanjang, Gugus Tugas Lakukan Evaluasi Rumah Sakit Rujukan
Peristiwa

PPKM Diperpanjang, Gugus Tugas Lakukan Evaluasi Rumah Sakit Rujukan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo berencana melakukan evaluasi terhadap sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kulon Progo. Evaluasi dilakukan seiring dengan perpaniangan pemberlakuan PPKM level 4 hingga 9 Agustus mendatang.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bila evaluasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Optimalisasi dilakukan di antaranya dengan menambah kapasitas tempat tidur.

Upaya optimalisasi peran rumah sakit ini menyasar dua lokasi. Yakni RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang (NAS). Upaya penambahan tempat tidur dilakukan dengan mengkonversi tempat tidur layanan umum menjadi kamar isolasi bagi pasien Covid-19.

Untuk peningkatan tempat tidur di RSUD, tahapan kami baru 23 persen, sementara untuk konversi layanan umum dibuat ruang isolasi telah mencapai 45 persen. Kapasitas tempat tidur di RSUD Wates saat ini mencapai 52 unit. RSUD Nyi Ageng Serang sebanyak 30 unit. Dan rumah sakit swasta sebanyak 49 unit, kata Fajar, Rabu (04/08/2021).

Selain mengevaluasi rumah sakit rujukan, evaluasi juga dilakukan terhadap penanganan para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. Seperti diketahui, untuk mengatasi membludaknya pelaku isoman, Pemkab Kulon Progo tengah menyiapkan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates sebagai tempat isolasi terpusat (isoter). 

Lebih lanjut, terkait dengan persiapan Rusunawa Giripeni, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo tengah fokus terhadap upaya pendataan kepada pasien positif Covid-19 yang layak untuk ditempatkan di tempat isolasi terpusat.

Saya meminta agar perihal biaya operasional gedung isoter harus diperkirakan dengan baik. Di sisi lain, harapannya masyarakat yang bisa masuk ke rusun tersebut adalah pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan medis, kata Fajar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan dana belanja tidak terduga (BTT) yang dimiliki oleh pihaknya bakal digelontorkan untuk membiayai kebutuhan pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di Rusunawa Giripeni.

Anggaran dari dana BTT BPBD senilai 5,4 miliar akan digunakan memenuhi kebutuhan pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di Rusunawa Giripeni. Dana tersebut untuk mendanai Dinsos P3A Kulon Progo terkait dengan pengadaan logistik sekitar Rp1 miliar. Kemudian, pengadaan alat kesehatan (alkes) sekitar Rp3 miliar. Kemudian dana operasional BPBD sekitar Rp700 juta, kata Joko Satyo.