Ratusan Pelaku Wisata di Kulon Progo Terima Bantuan dari BAZNAS
Peristiwa

Ratusan Pelaku Wisata di Kulon Progo Terima Bantuan dari BAZNAS

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan pelaku wisata di Bumi Binangun bisa sedikit bernapas lega kali ini. Pasalnya, setelah sebulan lebih tak bekerja lantaran pemberlakuan PPKM darurat hingga PPKM level 4, mereka akhirnya mendapatkan perhatian. Sedikitnya ada 500 pelaku wisata di Kulon Progo yang menerima bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo.

Ketua BAZNAS Kulon Progo, Abdul Majid mengatakan bila bantuan yang diberikan pihaknya ini menyasar para pedagang di kawasan wisata serta pekerja di sektor pariwisata. Adapun bantuan yang diberikan ialah uang tunai senilai Rp 400 ribu. Penyaluran bantuan telah dilaksanakan sejak Selasa (03/08) kemarin dengan sistem drive thru untuk memecah kerumunan.

Sebelumnya kami telah memberikan bantuan untuk pedagang di Alun-alun Wates sebanyaj 212 orang. Kemudian kali ini untuk pelaku wisata da 500 orang yang kami beri bantuan, kata Abdum Majid di Kantor BAZNAS Kulon Progo, Jumat (06/08/2021).

Dikatakan Abdul Majid, total bantuan yang diberikan untuk pedagang dan pelaku sektor wisata senilai Rp 306 juta. Dalam pelaksanaan distribusinya, BAZNAS Kulon Progo bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) serta Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo untuk menghimpun data calon penerima bantuan. 

Kriterianya yang utama adalah benar-benar layak menerima bantuan. Terdampak pandemi yang menyebabkan penghasilan utama menurun drastis, kata Abdul Majid.

Pemberian bantuan ini merupakan alokasi dari hasil zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diperoleh BAZNAS Kulon Progo. Disebut Abdul Majid, pada tahun ini, perolehan ZIS di Kabupaten Kulon Progo menduduki peringkat pertama se-DIY. Setiap tahunnya, perolehan ZIS juga disebut selalu mengalami peningkatan.

Untuk membantu penanggulangan dampak pandemi Covid-19, bantuan yang telah kami salurkan sebanyak Rp 982.400.000,- untuk beragam sektor dan kebutuhan, imbuh Abdul Majid.

Kepala Dinpar Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan bila sebenarnya terdapat ribuan pelaku wisata di Kulon Progo yang merasakan dampak penerapan PPKM darurat hingga PPKM level 4. Hanya saja, lantaran terbentur anggaran yang terbatas, pihaknya memberikan daftar rekomendasi calon penerima bantuan untuk 500 orang saja.

Ada prioritas yang kami pikirkan. Contohnya pedagang yang berjualan di dalam area wisata. Ketika destinasi wisata ditutup, tentu mereka tidak bisa berdagang. Ada pula petugas parkir dan sejumlah elemen lainnya, terang Joko Mursito.

Dari 500 orang pelaku wisata calon penerima bantuan, lanjut Joko, mereka merupakan pelaku wisata di kawasan wisata Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kapanewon Temon, Pantai Trisik di Kapanewon Galur, Pantai Bugel di Kapanewon Panjatan, dan Waduk Sermo di Kapanewon Kokap.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengucapkan terima kasihnya atas perhatian BAZNAS terhadap para pelaku wisata yang terpaksa menghentikan aktivitas perekonomian mereka dampak pandemi Covid-19. Ia berharap, para penerima bantuan bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

Atas nama Pemkab Kulon Progo kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang memiliki komitmen moral luar biasa. Kami juga berterima kasih kepada para pembayar zakat sehingga bantuan ini bisa disalurkan untuk lebih banyak orang, terang Sutedjo.

Salah seorang petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Sapto Purwono mengaku bila selama PPKM darurat hingga PPKM level 4 dirinya sama sekali tak memiliki penghasilan. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya mengandalkan prosentase bagi hasil dari pemungutan retribusi kawasan Pantai Glagah.

Selama PPKM Pantai Glagah ditutup jadi saya tidak ada pemasukan. Pemasukan petugas TPR itu dari prosentase hasil retribusi itu. Kalau pas ramai dapat lumayan, kalau pas semi ya cuma sedikit, katanya.

Selama PPKM, Sapto mengaku lebih sering di rumah dan membantu istrinya berjualan makanan ringan. Hasil penjualan makanan ringan disebut Sapto belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Cuma bantu istri jualan tempura di rumah. Mengumpulkan uang seribu dua ribu setiap harinya. Alhamdulillah ada perhatian juga akhirnya, kata pria berusia 40 tahun itu.