Mobilitas Kulon Progo Disebut Paling Rendah, Ini Penjelasan Ketua Gugus Tugas
Peristiwa

Mobilitas Kulon Progo Disebut Paling Rendah, Ini Penjelasan Ketua Gugus Tugas

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Kabupaten Kulon Progo disebut menjadi wilayah di DIY yang tingkat mobilitas masyarakatnya paling rendah. Hal inj disampaikan Presiden Joko Widodo ketika melakukan tinjauan di Bantul pada Jumat (10/09) kemarin.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bila selain menjadi wilayah dengan tingkat mobilitas paling rendah di DIY, Kulon Progo juga menunjukkan hasil dari kebijakan PPKM yang diberlakukan. Seperti halnya capaian vaksinasi di Kulon Progo menduduki peringkat ketiga terbaik di DIY.

"Capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 61 persen dan dosis kedua mencapai 18 persen. Vaksinasi Akan terus ditingkatkan, agar target 75 persen dosis pertama bisa tercapai di akhir bulan September 2021," kata Fajar, Sabtu (11/09/2021).

Ditanya soal ketersediaan vaksin, Fajar menyebut bila ketersediaan vaksin yang disimpan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo saat ini masih sebanyak 66.725 dosis. Jumlah tersebut, kata Fajar, merupakan ketersediaan paling sedikit ketimbang wilayah lainnya di DIY. 

"Pendistribusian dosis vaksin berjalan efektif. Dengan status ketersediaan vaksin di Kulon Progo paling sedikit, jadi penyerapannya paling banyak. Untuk ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Kami juga rendah dengan angka 30 persen," imbuh Fajar.

Selain upaya penanganan pandemi Covid-19 yang disebut berhasil, Kulon Progo juga dinilai berhasil melaksanakan upaya pemulihan ekonomi. Hal itu berdasarkan percepatan realisasi APBD untuk gerakan ekonomi dengan angka 56,8 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita di DIY sudah agak baik daripada nasional," imbuh Fajar.

Kendati mendapatkan apresiasi terkait sejumlah upaya penanganan Covid-19, namun Kulon Progo juga mendapat perhatian lantaran angka kematian akibat Covid-19 cukup tinggi. Hal itu juga yang menjadi perhatian Presiden Jokowi hingga meminta Pemkab Kulon Progo untuk berhati-hati.

Menindaklanjuti arahan presiden tersebut, kata Fajar, jawatannya meminta panewu dan lurah untuk meningkatkan pengawasan pada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Upaya mengarahkan warga yang menjalani isolasi di rumah untuk menjalani isolasi di isolasi terpusat (Isoter) Rusunawa Giripeni menjadi opsi yang baik.

"Panewu dan Lurah harus betul-betul memantau pasien yang isoman. Harus jadi perhatian. Jangan sampai tren kenaikan angka kematian saat isoman, menjadi indikasi kenaikan kasus juga menjadi naik. Jangan sampai ada badai Covid-19 yang mengerikan di Kulon Progo. Jadi pasien isoman harus betul-betul dipantau," ungkap Fajar.