Hidup Sebatangkara Tanpa Rumah, Warga Sentolo Diberi Tempat Hunian Oleh Komunitas
Sosial

Hidup Sebatangkara Tanpa Rumah, Warga Sentolo Diberi Tempat Hunian Oleh Komunitas

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat sejumlah anggota komunitas Generasi Kulon Progo Yogyakarta (GKPY) untuk berbagi kepada sesama. Komunitas yang berbasis pada jejaring sosial media Facebook ini kembali melakukan aksi sosial dengan cara memberikan hunian lengkap dengan perabot dan keperluan lainnya.

Penerimanya ialah Warji, warga Pedukuhan Mbelik, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo. Penyerahan rumah dilaksanakan secara simbolis pada Minggu (12/09/2021), dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Sutedjo.

Ketua GKPY, Maryadi Melod mengungkapkan bila bangunan rumah berukuran 4,5 meter x 11 meter ini dibangun dengan waktu 21 hari. Para anggota komunitas ini mengumpulkan uang dari saku pribadinya hingga terkumpul nominal tertentu untuk keperluan pembelian material dan sejumlah keperluan lainnya.

"Pembangunan rumah ini benar-benar dari hasil patungan komunitas. Pembangunan rumah juga dimulai dari pembersihan lahan pekarangan," kata Maryadi usai penyerahan rumah, Minggu (12/09/2021).

Warji dipilih menjadi penerima rumah bantuan berikut perabotnya lantaran ia hidup sebatangkara tanpa memiliki rumah. Dibantu sejumlah warga setempat, akhirnya rumah tersebut berdiri. 

Dikatakan Maryadi Melod, komunitasnya memang fokus bergerak pada kegiatan sosial. Sejalan dengan misi komunitas, yakni 'nandur srawung lan tetulung' atau menanam persaudaraan dan saling menolong, sejumlah kegiatan telah dilakoni komunitas ini.

Aksi kepedulian komunitas ini menuai pujian Bupati Kulon Progo, Sutedjo. Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan terima kasihnya kepada GKPY yang mau membantu mewujudkan hunian bagi Warji.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Kulon Progo saya mengucapkan terima kasih kepada GKPY yang mau membantu meringankan beban Mas Warji. Memang program bedah rumah dari pemerintah masih berjalan, tapi tidak menutup kemungkinan ada warga yang belum terkover," kata Sutedjo.

Sutedjo berharap, makin banyak komunitas-komunitas di Kulon Progo yang memiliki kesadaran untuk membantu sesama. Meski tak kudu dalam bentuk membangunkan rumah, namun menguatkan rasa kepedulian dan kegotong royongan merupakan budaya yang mesti dilestarikan.