Dipakai Ganjalan Punggung, Ternyata Warga Panjatan Temukan Fosil
Peristiwa

Dipakai Ganjalan Punggung, Ternyata Warga Panjatan Temukan Fosil

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Warga Pedukuhan VI, Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan ternyata menemukan batu yang diduga merupakan fosil ikan paus (Cetacea). Batuan itu ditemukan oleh seorang guru olahraga bernama Tumijo (53), yang saban hari menambang batu gamping di halaman rumahnya.

Tumijo menyebutkan bila batuan tersebut belum lama ditemukan. Batu itu ia temukan di bawah pohon Trembesi terpendam di antara akar. Ia kemudian mencoba menggali dan mengangkat batu tersebut.

"Setelah saya angkat, beratnya berbeda dengan batu gamping yang biasanya. Total ada dua bongkah batu yang kemungkinan besar adalah fosil," kata Tumijo, Selasa (14/09/2021).

Ia kemudian mengambil kesimpulan bahwa batu yang ia temukan adalah fosil. Kesimpulan itu ia ambil setelah melihat kondisi fisik, seperti warna, berat dan dimensi dari batu tersebut. 

Ia menyebut bila struktur dalam batu menunjukkan banyak pori-pori seperti tulang yang keropos. Berdasarkan ukurannya, ia juga menyebut bila batuan itu merupakan bagian tulang dari hewan besar, semisal gajah ataupun paus.

"Batu itu kemudian saya simpan di rumah sebagai pajangan. Kadang saya gunakan untuk mengganjal punggung ketika istirahat karena rasanya enak," imbuh Tumijo.

Temuan bongkahan batu milik Tumijo itu menjadi viral ketika ada sejumlah orang yang bertandang ke rumahnya penasaran dengan pajangan batu di rumahnya. Alhasil, tersiar kabar bila di lahan pekarangan Tumijo itu ditemukan batuan purba.

Ia menceritakan penemuan benda diduga fosil tulang tidak hanya sekali. Ia setidaknya sudah menemukan empat kali temuan serupa. Semuanya mirip tulang besar dan dalam kondisi sudah membatu. Hanya tulang dari penemuan terakhir yang berhasil diselamatkan dan disimpan.

Sebenarnya empat kali ini saya menemukan batu seperti ini. Hanya ini yang hasilnya utuh,” kata Tumijo.

Ia berharap penemuan ini menarik kalangan yang berkecimpung meneliti benda serupa. Dengan demikian, suatu hari nanti bisa terungkap kehidupan masa lalu di kawasannya.

Balai Pelestari Cagar Budaya DIY dan Balai Pelestari Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Dari pengkajian awal, batu diyakini bagian tulang ikan paus (Cetacea) yang telah menjadi fosil. Batuan tersebut kemudian diamankan untuk dikaji lebih dalam.

Balai pelestari mengatakan ini ikan paus purba. Menurut mereka satwa purba itu hidup pada 5-10 juta tahun lalu,” kata Tumijo.