Lakukan Aksi Penipuan di Bandara, Tiga Lelaki Dicokok Polisi, Satu Buron
Hukum & Kriminal

Lakukan Aksi Penipuan di Bandara, Tiga Lelaki Dicokok Polisi, Satu Buron

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo mencokok komplotan penipu yang melakukan aksi penipuan dengan sasaran penumpang di Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon. Ketiganya melakukan aksi penipuan dengan serangkaian sandiwara hingga korbannya percaya dan makin yakin.

Tiga orang laki-laki berinisial DWN (30) warga Klaten, Jawa Tenfah; AS (46) warga Sukoharjo, Jawa Tengah; dan PUR (50), warga Kediri, Jawa Timur ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan di Mapolres Kulon Progo. Sementara itu, seorang pelaku bernisial RH (40), warga Jember, Jawa Timur masih dalam kejaran polisi.

"Modus yang digunakan pelaku adalah membujuk korbannya hingga mau memberikan uangnya kepada pelaku," kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini dalam keterangan ketika jumpa media, Jumat (17/09/2021).

Berbekal sembilan butir berlian palsu yang dibeli di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah dengan harga Rp 25 ribu per butir, para pelaku berhasil melancarkan aksinya. Dalam aksinya, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Salah seorang pelaku berperan sebagai pemilik berlian yang hendak menjual berliannya, seorang lagi berperan sebagi pemilik toko perhiasan untuk meyakinkan korban, sedangkan sisanya berperan sebagai calon penumpang. 

"Pelaku meminta korban untuk meminjamkan uang dengan alasan untuk mencukupi biaya pembelian berlian (berlian palsu milik pelaku lainnya). Korban diiming-imingi bila uang yang dipinjamkan akan dikembalikan dua kali lipat. Aksi ini dilakukan pelaku pada 25 Agustus lalu," imbuh Fajarini.

Korban dari aksi pelaku ini ialah Budi Wiyono, warga Kalimantan Timur. Ia terbujuk para pelaku hingga memberikan uang senilai Rp 6,1 juta kepada pelaku. Setelah uang diterima para pelaku, korban ditinggalkan di sekitaran Terminal Giwangan, Yogyakarta.

Ditambahkan Fajarini, para pelaku berhasil diamankan setelah korban berniat kembali ke Kalimantan Timur via bandara YIA. Korban melihat ketiga pelaku hendak melancarkan aksinya lagi. Korban kemudian meminta bantuan petugas keamanan bandara untuk mengamankan ketiga pelaku.

Kepada jurnalis, PUR mengaku nekat melakukan aksinya lantaran terhimpit kondisi ekonomi semenjak pandemi Covid-19. Ia kemudian memiliki gagasan untuk melakukan aksi penipuan, bersama dengan sejumlah kawan seprofesinya sebagai sopir.

"Baru kali ini melakukan (penipuan) seperti ini. Hasilnya dibagi-bagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata PUR.

Akibat perbuatannya, keempat pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sementara polisi masih mencoba melakukan penggalian informaai untuk mengamankan seorang pelaku yang masih dalam pengejaran.