Peduli Kecelakaan, Kolaborasi Sejumlah Komunitas Terjun Tambal Lubang Jalan Dandels
Sosial

Peduli Kecelakaan, Kolaborasi Sejumlah Komunitas Terjun Tambal Lubang Jalan Dandels

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Kondisi ruas Jalan Daendels di Kapanewon Galur terbilang memprihatinkan. Pasalnya, ruas jalan alternatif tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Mirisnya, sejumlah lubang jalan menjadi penyebab kecelakaan lalu-lintas di wilayah tersebut.

Kondisi yang demikian memancing keprihatinan dari sejumlah pihak. Samar makin banyak kecelakaan akibat jalan berlubang, sejumlah komunitas di Kulon Progo melakukan aksi penambalan jalan pada Sabtu (09/10/2021) malam.

Koordinator kegiatan, Teguh Prasetyo mengatakan bila kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya, aksi penambalan jalan juga dilakukan di penggal ruas Jalan Brosot-Nagung beberapa pekan lalu. Kedua kegiatan ini dilaksanakan dengan dana swadaya yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah pihak.

"Malam ini, kami melakukan penambalan 52 titik lubang jalan yang berisiko menyebabkan kecelakaan," kata Teguh, Sabtu malam.

52 titik lubang jalan itu, kata Teguh, berada di penggal Jalan Daendels sepanjang empat kilometer. Dimulai dari simpang tiga Brosot hingga Jembatan Ngremang. Setidaknya ada sebanyak 135 relawan dari berbagai komunitas yang ikut terjun dalam aksi ini. 

"Penambalan kami lakukan menggunakan semen, krikil, dan pasir. Semuanya swadaya hasil pengumpulan dari komunitas dan beberapa pihak lainnya," imbuh Teguh.

Kerusakan jalan ini, tambah Teguh, setidaknya telah berlangsung selama satu tahun belakangan. Warga telah beberapa kali melaporkan terkait kerusakan jalan tersebut kepada sejumlah pihak terkait, namun belum ada respon hingga saat ini.

"Kami tidak mau menyalahkan siapapun. Mungkin pemerintah sedang fokus dengan penanganan pandemi. Kami langsung turun saja ke jalan untuk kepentingan bersama," kata Teguh.

Salah seorang pengguna jalan, Sofyan mengaku merasa lega dengan aksi penambalan jalan tersebut. Kondisi rusaknya jalan tersebut ketika malam hari makin parah, lantaran minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang Jalan Daendels.

"Memang lubang di Daendels ini sudah parah. Kalau malam hari harus hati-hati lewat sini karena jalannya gelap," katanya.

Dikatakan oleh Sofyan, sejumlah kecelakaan memang kerap terjadi akibat kerusakan jalan. Tak sedikit pengendara, baik roda dua maupun roda empat mengalami kecelakaan. Bahkan ada pula yang menyebabkan hilangnya nyawa pengguna jalan.

"Saya berharap dari pemerintah segera ada respon. Aksi warga ini harus ditindaklanjuti karena penambalan jalan ini tentu hanya bersifat sementara," kata Sofyan.