Masuk PPKM Level 2, Dinas Pariwisata Kejar Target PAD
Wisata

Masuk PPKM Level 2, Dinas Pariwisata Kejar Target PAD

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah destinasi wisata di Kulon Progo mulai beroperasi seiring penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2. Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo pun mulai berupaya mengejar ketertinggalan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Kepala Dinpar Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan bila pada November 2021, jawatannya mulai menggenjot PAD pariwisata. Pasalnya, target PAD yang dipatok dari sektor pariwisata senilai Rp 2,5 miliar. Nilai itu turun sebanyak 60 persen ketimbang target sebelumnya, yakni sebanyak Rp 50 miliar.

"Untuk bulan Oktober sudah ada sekitar Rp 700 juta. Bulan ini akan kita genjot lagi sampai akhir tahun," kata Joko Mursito, Senin (01/11/2021).

Seperti diketahui, dengan turunnya level PPKM di Kulon Progo menjadi level 2, pemerintah pusat telah resmi memberikan ijin agar destinasi wisata bisa melakukan ujicoba pembukaan kembali. Di Kulon Pprogo total ada 31 destinasi wisata yang mengantongi izin ujicoba. 

Meski sebagian destinasi wisata sudah bisa beroperasi kembali, Joko meminta agar penerapan protokol kesehatan ketat harus tetap diperhatikan oleh pengelola wisata. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya klaster-klaster penularan dari ujicoba yang kini dilakukan.

"Kami juga meminta kepada pengelola wisata untuk membentuk satgas penanganan Covid-19 di setiap destinasi wisata," imbuh Joko.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana berharap, perubahan level dari 3 menjadi level 2 di PPKM di Kulon Progo bisa disambut bijak oleh masyarakat. Ia pun meminta agar masyarakat jangan terlalu ber-euforia dan harus tetap menerapkan prokes ketat agar kasus Covid-19 tidak kembali meninggi.

Khusus pada sektor wisata Fajar menyampaikan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas apabila terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan. Apabila ada pengelola destinasi wisata yang tidak patuh pada upaya pencegahan virus, maka mereka akan diberi teguran berupa lisan hingga penutupan destinasi.