Puluhan Orangtua Tolak Anaknya Divaksin
Peristiwa

Puluhan Orangtua Tolak Anaknya Divaksin

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Puluhan orangtua di Kulon Progo menolak bila anak mereka harus divaksin Covid-19. Setidaknya ada 87 anak yang orangtuanya menolak bila mereka harus divaksin Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan bila penolakan tersebut mayoritas lantaran alasan agama. Namun ada sebagian lagi yang beralasan menunggu vaksin produksi Indonesia.

Meski menolak, Baning mengakui pihaknya tidak bisa memberikan teguran terhadap para orang tua siswa karena tidak ada dasar hukum untuk hal tersebut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo hanya bisa melakukan upaya persuasif berupa edukasi kepada orangtua tentang pentingnya vaksin sebagai cara mencegah penularan virus Covid-19.

Terkait dengan penolakan ini, kami di Dinas akan melakukan edukasi melalui tokoh masyarakat, tokoh agama dan dinas pendidikan supaya bersedia melakukan vaksinasi,” ujar Baning, Jumat (07/01/2022).

Selain penolakan, lanjut Baning, gugus tugas juga mencatat ada sekitar 4 ribu-an anak usia 6-11 tahun yang belum melaksanakan vaksinasi dengan berbagai sebab. Diantaranya ada 2 ribu-an anak belum divaksin karena tidak datang ke lokasi penyuntikan, 1,8 ribu-an anak belum dapat divaksin karena sedang sakit serta ada 87 anak menolak untuk melakukan vaksinasi. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Arif Prastowo menyampaikan, terkait dengan penolakan vaksinasi tersebut pihaknya akan meminta kepala sekolah agar menghimbau orang tua siswa untuk mendorong anaknya ikut vaksin. Diakuinya memang ada beberapa alasan yang membuat orang tua tidak mengijinkan anaknya untuk divaksin

"Sementara ini belum ada sanksi apapun untuk siswa yang menolak divaksin," ucap Arif.

Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, capaian vaksinasi anak di Kulon Progo telah mencapai 72,19 persen atau 25.595 anak disuntik vaksinasi dosis pertama. Sementara untuk total anak-anak yang menjadi sasarannya diketahui berjumlah 35.457 anak.