Fatayat NU Desak Polres Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes
Hukum & Kriminal

Fatayat NU Desak Polres Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kapanewon Sentolo terus menuai desakan agar segera ditindaklanjuti. Pihak kepolisian kini didesak oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayah Nahdlatul Ulama (NU) Kulon Progo agar laporan atas dugaan pelecehan segera diproses.

Ketua PC Fatayat NU Kulon Progo, Aris Zurkhasanah mengatakan bila pihaknya mengecam keras segala bentuk tindakan pelecahan maupun kekerasan seksual pada sebuah lembaga pendidikan, terlebih apabila pelecehan itu terjadi di lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti pesantren.

"Kami berharap pelakunya bisa ditindak tegas dan mendapatkan hukuman yang setimpal," kata Zurkhasanah, Jumat (07/01/2022).

Organisasi yang beranggotakan perempuan muslim ini memang tengah gencar menyuarakan penolakan atas tindakan pelecahan dan dan kekerasan seksual di Kulon Progo. Ia berharap kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang pengasuh ponpes di wilayah Sentolo itu segera dirampungkan. 

Zurkhasanah sendiri mengaku tak takut apabila apa yang ia suarakan akan menimbulkan konflik internal di dalam tubuh PCNU Kulon Progo. Ia mengaku akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

"Kalau kemungkinan blunder, pasti akan blunder. Tapi tetap akan kami kawal kasus ini. Kami harap kepolisian segera menuntaskan kasus ini, tentu dengan asas praduga tak bersalah," tegas Zurkhasanah.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta layanan psikologis untuk memulihkan kondisi mental korban. Sementara untuk upaya pencegahan, ia mendesak agar instansi kependidikan di Kulon Progo memberi layanan pendidikan tentang kesehatan reproduksi dan optimalisasi peran guru bimbingan konseling di sekolah-sekolah.

Diberitakan sebelumnya, seorang santriwati berusia 15 tahun asal Kota Yogyakarta, sebut saja Bunga diduga menjadi korban pelecehan pengasuh ponpes tempat ia menimba ilmu. Kasus ini telah dilaporkan kepada Kepolisian Sektor Sentolo pada 27 Desember 2021 lalu.

Laporan atas kasus dugaan pelecehan ini kemudian ditangani oleh Polres Kulon Progo. Sejauh ini, setidaknya telah ada 17 saksi yang dipanggil polisi. Dua diantaranya merupakan saksi ahli, yakni ahli bahasa dan ahli pidana. Hingga saat ini, terlapor berinisial S belum dipanggil oleh pihak kepolisian.