Perdaya Gadis Belia, Dukun Cabul Asal Sentolo Dilaporkan Polisi
Hukum & Kriminal

Perdaya Gadis Belia, Dukun Cabul Asal Sentolo Dilaporkan Polisi

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Seorang laki-laki berinisial B (65), warga Pedukuhan Banaran Lor, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria yang mengaku sebagai dukun dengan kemampuan menyembuhkan beragam penyakit ini dilaporkan atas kasus dugaan pelecehan seksual.

Korbannya, sebut saja Mawar, gadis berusia 16 tahun asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dugaan pencabulan ini dilakukan terlapor pada bulan Agustus dan September 2021 lalu. Ketika itu, orangtua Mawar meminta salah satu temannya untuk mencarikan orang yang bisa menyembuhkan penyakit Mawar.

Oleh kawan orangtuanya, kemudian dikenalkan dengan B. Setelah melihat Mawar, B menyebut bahwa Mawar dalam pengaruh guna-guna dan mesti segera ditangani. B kemudian meminta agar Mawar segera dibawa ke rumahnya di Sentolo untuk diobati.

"Terlapor kemudian mengobati korban dengan cara memandikan korban dalam kondisi telanjang, setelah itu dibawa ke ruangan khusus," kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jeffry pada Senin (10/01/2022).

Di ruangan khusus milik B, kata Jeffry, dugaan pencabulan itu dilakukan oleh B. Berdasarkan keterangan Mawar, B mulai mengisap payudara dan alat vital Mawar dan seluruh bagian tubuh. Mawar juga diminta untuk berhubungan badan layaknya suami istri dengan B. 

"Ini (Hubungan suami isteri) dilakukan karena menurut terlapor, di perut lorban ada besi dan untuk mengeluarkan besi tersebut harus melakukan hubungan layaknya suami istri. Kalau besi yang berada di perut korban tidak diambil korban tidak bisa memiliki anak dan bisa meninggal dunia," sambungnya.

Karena merasa ketakutan akhirnya korban menuruti kemauan B. Dugaan pencabulan tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali di bulan Agustus 2021.

Sebulan kemudian atau pada September 2021 korban disekolahkan di salah satu pondok pesantren di Kapanewon Sentolo. Mengetahui hal itu B menjemput korban lalu diajak ke rumah pelaku.

Di kediaman B, korban disuruh minum satu butir pil berwarna kuning yang diduga merupakan obat tidur. Usai meminumnya, Mawar tidak sadarkan diri dan terbangun pada pagi harinya.

"Setelah terbangun Korban disuruh mandi lalu diantarkan kembali ke pondok. Dalam perjalanan ke pondok terlapor mengancam Korban untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain," ucap Jeffry.

Jeffry mengatakan kasus ini baru terungkap setelah korban memberanikan diri untuk cerita kepada rekannya. Kemudian rekannya menyampaikan peristiwa ini kepada orang tua Mawar.

"Selanjutnya kedua orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kulon Progo guna penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.