Dikabarkan Pakai Mesin Sedot dengan Mata Bor, Paguyuban Penambang Kali Progo Mengadu ke Polda
Peristiwa

Dikabarkan Pakai Mesin Sedot dengan Mata Bor, Paguyuban Penambang Kali Progo Mengadu ke Polda

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah penambang pasir Sungai Progo di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur tengah dibuat geram dengan unggahan di salah satu grup Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ).

Akun dengan nama Agung Prastawa dalam postingan pada grup tersebut mengatakan bila para penambang di Sungai Progo dituduh menggunakan mesin sedot pasir dilengkapi dengan mata bor.

Sejumlah penambang pasir yang tergabung dalan Paguyuban Penambang Kali Progo (PPKP) yang merasa dituduh kemudian mengadu kepada Ditreskrimsus Polda DIY terkait unggahan tersebut. Pasalnya, unggahan akun atas nama Agung Prastawa tersebut dianggap melanggar Undang-Undang ITE.

"Kami PPKP yang terdiri dari pemilik IUP OP, pemilii IPR, pemilik armada dump truk, pemilik depo pasir, sopir truk, coker, pengompreng dan pedagang warung merasa resah dan merasa disudutkan atas postingan oleh akun Agung Prastawa di grup ICJ," kata Ketua PPKP, Bima Heri Nugraha, Rabu (04/01/2022).

Dikatakan pula oleh Bima, pihak Dinas ESDM DIY juga telah melakukan peninjauan ke lokasi penambangan pasir di Kalurahan Banaran. Setelah peninjauan, pihak dinas tak mendapati adanya mesin sedot pasir yang menggunakan mata bor. 

Dalam unggahan akun atas nama Agung Prastawa itu, dikatakan bila aktivitas penambangan pasir di Sungai Progo yang menggunakan mesin sedot dengan mata bor itu bisa merusak lingkungan dan mengikis lapisan tanah. Padahal menurut para penambang, praktek penambangan pasir dengan mata bor itu belum pernah ditemui di Sungai Progo.

"Sejauh yang kami ketahui, memang tidak ada praktek penambangan dengan mata bor. Dampaknya seperti apa kami juga tidak tahu," imbuh Bima.

Dikatakan Bima, anggota PPKP yang mayoritas bermukim di sekitaran Sungai Progo juga tak akan tinggal diam apabila memang ada pihak yang melakukan kegiatan dengan dampak kerusakan lingkungan tempat mereka tinggal. Namun mereka juga bakal bertindak apabila ada kabar bohong yang berkaitan dengan kegiatan penambangan yang dinilai menyudutkan para penambang.

"Kami dari PPKP mengimbau kepada semua pihak agar tidak membuat hoax atau melakukan penggiringan opini," imbuh Bima.

Terkait pemilik akun Agung Prastawa, pihaknya, kata Bima menyerahkan hal itu pada pihak kepolisian. Pihaknya juga tak tahu menahu siapa sebenarnya pemilik akun bernama Agung Prastawa.