Gasak Kabel Veder, Komplotan Maling Digulung Polisi
Hukum & Kriminal

Gasak Kabel Veder, Komplotan Maling Digulung Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Komplotan maling spesialis pencurian kabel veder berhasil diamankan oleh Kepolisian Resor Kulon Progo. Akibat pencurian ini, salah satu perusahaan penyedia jasa layanan internet harus merugi sekitar Rp 30 juta.

Waka Polres Kulon Progo, Komisaris Polisi Sudarmawan mengatakan, aksi pencurian kabel veder itu terjadi pada Desember 2021 lalu. Tower pemancar sinyal internet di wilayah Pedukuhan Ngemplak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan menjadi sasaran komplotan pencuri ini.

Komplotan beranggotakan empat orang ini, lanjut Sudarmawan, berinisial AT (31), A (34), dan AW (27). Ketiganya merupakan warga Pleret, Bantul. Sementara satu orang lagi berinisial S (23), warga Bener, Purworejo, Jawa Tengah.

"Jadi komplotan pelaku ini mencuri kabel veder tarikan sepanjang 40 meter yang dipotong-potong menjadi ukuran 1 meter dan 1,5 meter agar mudah diangkut," kata Sudarmawan, Jumat (14/01/2022).

Adapun modus operandi yang digunakan oleh komplotan ini yakni dengan mengaku akan melakukan pemeriksaan rutin. AT yang merupakan otak pencurian ini diketahui memang karyawan perusahaan tersebut dengan posisi sebagai teknisi. 

Salah satu dari komplotan memiliki peran untuk memanjat tower dan melepas kabel. Sementara sisanya berperan memotong kabel menjadi ukuran 1 meter-an untuk kemudian diangkut ke dalam mobil.

"Mulanya penjaga tower tidak curiga, namun setelah melihat kabel dipotong-potong, penjaga tower melapor kepada pengelola tower," imbuh Sudarmawan.

Selain beraksi di Kulon Progo, komplotan ini ternyata sempat melakukan aksi yang sama di wilayah Bantul dan Sleman. Kabel hasil curian dijual kiloan dengan total penjualan mencapai puluhan juta rupiah.

"Kami mengamankan barang bukti berupa kabel veder, handphone, dan sepeda motor bahkan mobil," terang Sudarmawan.

Sementara itu, pelaku AT saat dimintai keterangan oleh polisi mengatakan bahwa ia hanya melakukan aksi pencurian kabel veder milik perusahaab tempatnya bekerja ini sebanyak satu kali. Sementara, untuk aksi yang dilakukan di Bantul dan Sleman merupakan perintah dari atasannya.

"Kalau jual kabelnya sendiri di wilayah Berbah, Sleman. Saya khilaf. Uangnya sendiri awalnya untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan anak saya," jelas AT.