Ada Penataan Stasiun Wates, Ini Tanggapan Pedagang Soal Relokasi
Komunitas

Ada Penataan Stasiun Wates, Ini Tanggapan Pedagang Soal Relokasi

Wates,(kulonprogo.sorot.co) - Penataan kawasan Stasiun Wates oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta menimbulkan beragam respon dari belasan pedagang yang selama ini berjualan di depan Stasiun Wates. Ada sejumlah pedagang yang mendukung, tapi ada pula yang keberatan dengan rencana relokasi pedagang.

Seorang pedagang, Utami Budi Wiharti (42) mengaku tetap ingin berjualan di depan Stasiun Wates. Alasannya telah memiliki banyak pelanggan di tempatnya berdagang saat ini. Namun demikian, sejatinya mendukung rencana penataan kawasan Stasiun Wates. Hanya saja, meminta kejelasan soal relokasi kios baru bagi dirinya dan 12 pedagang lainnya.

''Kalau dari kami sih setuju, mau ditata seperti apa, mau dibikin sebagus apapun kita mendukung. Cuman kita minta dikasih kesempatan dan tempat, untuk tetap berkegiatan perdagangan di depan Stasiun Wates,\

" kata perempuan yang akrab disapa Tami, Kamis (24/2/2022).

Tami mengaku belum tahu soal lokasi baru bagi para pedagang pasca digusur nanti. Sejauh ini baik pihak KAI maupun Pemkab Kulon Progo baru mengajukan dua usulan lokasi, yakni Pasar Sentolo Baru dan Pasar Bendungan lantai 2. 

''Kemarin belum dikasih alternatif tempat, terus Disperindag mengundang kami sama kereta api juga sosialisasi mau memindahkan kami ke Pasar Sentolo baru sama Pasar Bendungan lantai 2. Jadi kita ada 2 pilihan itu,\

" jelasnya.

Atas dua usulan tempat relokasi, Tami menyebut mayoritas pedagang kurang setuju. Terlebih mereka harus direlokasi ke Pasar Sentolo baru yang jaraknya jauh dari lokasi berjualan saat ini.

''Kalau kami sih menginginkan tetap di sini, karena kami kan pelanggannya di sini, jualannya di sini, kalau di sana (pasar Sentolo Baru), kemarin saya sudah survei ke sana itu, pedagang yang di Pasar Sentolo Baru itu bilang 8 tahun di sana itu masih sepi. Malah sebagian besar kembali ke pasar lama,\

" terangnya

Sama dengan kondisi di lantai dua Pasar Bendungan. Tami menyebut, saat ini baru di depan Pasar Bendungan yang ramai dan dikunjungi banyak orang, sedangkan kondisi di lantai dua masih sepi pembeli maupun pedagang.

Penggusuran pedagang, kata Tami, telah dilakukan beberapa kali. Proses kali ini merupakan kali keempat dirinya merasakan digusur ketika berdagang di sekitar Stasiun Wates.

Pada penggusuran beberapa tahun lalu, pihak KAI sempat menjanjikan kepada para pedagang untuk menyediakan lapak ataupun kios di dalam stasiun. Namun janji sekadar janji tanpa ada realisasi.

Jadi dari dulu pihak kereta api menjanjikan, mau membangunkan (lapak) dalam stasiun yang pertama dulu, sampai sekarang tidak ada realisasi dari kereta api, karena alasan tidak cukup ruang buat kami. Tapi kalau buat lain-lainnya kan itu ada paket, ada ATM ada ruang. Kalau buat kami kok alasannya tidak ada ruang,'' terangnya.