Kasus Covid-19 Melonjak,  Sekolah Kembali PJJ  Kualitas Siswa  Dikhawatirkan  Turun
Pendidikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Sekolah Kembali PJJ Kualitas Siswa Dikhawatirkan Turun

Wates,(kulonprogo.sorot.co) Pemkab Kulonprogo kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Langkah ini dilaksanakan karena melonjaknya kasus Covid-19. Namun penerapan PJJ ini dikhawatirkan oleh sejumlah pihak bakal berdampak pada penurunan kualitas siswa.

Penurunan kualitas siswa bisa saja akibat penerapan ataupun pemantauan pemberlakuan PJJ. Selama PJJ disebut terjadi penurunan kualitas siswa 20 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Orogo, Arif Prastowo, Jumat (4/3/2022).

Adapun alasan lain anjloknya kualitas siswa pada masa PJJ adalah berkurangnya durasi belajar para siswa. Imbasnya siswa tidak memiliki literasi yang cukup pada masing-masing mata pelajaran. 

''Dalam PJJ juga sering ditemui kendala. Seperti ketersediaan sinyal. Sarana komunikasi (gawai) yang terbatas. Kemudian, pengawasan orang tua maupun guru yang tidak maksimal. Sehingga, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas siswa,\

" paparnya.

Untuk itu telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendongkrak kualitas siswa, khususnya yang mengalami penurunan. Guru dan orang tua pun diharapkan mampu berkolaborasi agar mitigasi terhadap potensi penurunan kualitas siswa bisa diminimalisir.

''Kami juga mendorong satuan pendidikan di tiap-tiap kapanewon untuk melakukan inovasi pembelajaran dalam durasi waktu yang terbatas. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga tengah kami siapkan. Serta, memaksimalkan cara PJJ yang lebih efektif,\

" terang Arif.

Salah satu orang tua siswa Ahmadi (43), warga Bendungan, Wates, mengatakan PJJ memang menghasilkan sejumlah anomali di keluarganya. Sang anak yang bersekolah di salah satu SMP di Kapanewon Wates justru disibukkan dengan gawai dan tugas sekolah yang masif.

''Anak saya jadi malah tidak punya waktu dengan keluarga. Sewaktu pembelajaran tatap muka itu Sabtu dan Minggu justru bisa bercengkrama dengan bapak ibunya. Sedangkan, sewaktu PJJ dilaksanakan anak saya disibukkan dengan tugas. Bahkan, Sabtu dan Minggu itu penuh dengan tugas,\

" keluhnya.

Ahmadi berharap agar Disdikpora Kulon Progo mampu menerapkan formulasi yang tepat saat penerapan PJJ kembali dilakukan. Baik guru maupun orang tua diharapkan juga saling berkoordinasi terkait dengan capaian siswa yang telah ditetapkan dalam kurikulum.