Selama Ops Pekat Progo, Polisi Sita Puluhan Kilogram Obat Mercon
Hukum & Kriminal

Selama Ops Pekat Progo, Polisi Sita Puluhan Kilogram Obat Mercon

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo menyita puluhan kilogram obat mercon dari sejumlah wilayah. Penyitaan dilakukan polisi pada masa Operasi Pekat Progo 2022 selama bulan Ramadan.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, total obat mercon berupa bubuk yang berhasil disita olehnya mencapai 25 kilogram. Polisi juga menyita puluhan selongsong mercon yang terbuat dari gulungan mercon berbagai ukuran.

Dua diantaranya merupakan orang dewasa, sementara empat lainnya masih anak-anak,” kata Fajarini, Selasa (26/04/2022).

Selain penyimpanan obat mercon bubuk, lanjut Fajarini, Operasi Pekat Progo 2022 juga mengungkap tindak pidana lain diantaranya dua kasus perjudian, tiga kasus kepemilikan senjata tajam, empat kasus peredaran minuman keras serta satu kasus pencurian kendaraan bermotor. 

Diharapkan, pelaksanaan Operasi Pekat Progo 2022 bisa mewujudkan kenyamanan dan ketenteraman ibadah Ramadan serta perayaan Idulfitri 2022,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan bahwa lima orang pelaku penyimpan obat mercon yang diamankan adalah TY F (17) warga Penjalin, Donomulyo, Nanggulan: RDT (17) warga Paingan, Sendangsari, Pengasih: AP (16) warga Pereng, Sendangsari, Pengasih: AN warga Kantongan, Triharjo, Sleman: serta TM (23) warga Kantongan, Triharjo, Sleman.

Sementara satu pelaku lainnya yakni FM (14) warga Sorogaten, Karangsewu, Kapanewon Galur diamankan karena terbukti menyimpan puluhan gulungan kertas selongsong calon petasan.

Kedua pelaku inisial TY F dan RDT diamankan oleh jajaran Polsek Sentolo dengan barang bukti 5,5 Kg obat mercon bubuk. Penangkapan AP dilakukan petugas Polsek Pengasih dengan barang bukti 3,4 Kg obat mercon bubuk.

Setelah dilakukan pengembangan oleh petugas Satreskrim Polres Kulon Progo, pelaku lain yakni AN dan TM berhasil ditangkap dengan barang bukti 17 Kg obat mercon bubuk,” terang Munarso.

Di tempat lain, petugas juga mengamankan satu karung gulungan kertas selongsong calon petasan dari pelaku lain yakni FM di wilayah Galur. Dijelaskannya, obat mercon bubuk diperoleh pelaku dengan membeli secara COD. Pihaknya hingga kini masih menelusuri penjual bahan peledak tersebut.

Kami gunakan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Munarso.

Sementara itu salah satu pelaku, TM menuturkan, obat mercon bubuk disimpannya untuk dijual kembali. Bahan peledak tersebut dibelinya di wilayah Sleman.

Belinya dibatasi. Saya beli 20 Kg. Ini untuk Ramadhan,” ucapnya.

Obat mercon bubuk berikut gulungan kertas selongsong calon petasan yang diamankan petugas Polres Kulon Progo kemudian dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara mencampur dengan air di Halaman Mapolres Kulon Progo.