Kelola Puluhan Server,  Pemuda Nanggulan Ini  Dikira  Nganggur
Info Ringan

Kelola Puluhan Server, Pemuda Nanggulan Ini Dikira Nganggur

Nanggulan,(kulonprogo.sorot.co) - Hidup dan tinggal di wilayah pedesaan kerap kali dihadapkan pada beragam problem. Seperti yang dialami oleh seorang warga Kapanewon Nanggulan. Ia kerap kali dianggap tak memiliki pekerjaan atau pengangguran.

Adalah Nurrohman (33), warga Padukuhan Dlingo, Banyuroto, Nanggulan. Sejak empat tahun bekerja sebagai perawat puluhan server atau operational development engineer milik perusahaan IT di Singapura. Sejak saat itu pula, ia jarang keluar dari rumah lantaran harus siaga memantau server via layar laptop dan komputernya.

Dari dalam kamar berukuran 3x3 meter itu Nurrohman merampungkan semua pekerjaannya hampir 20 jam dalam sehari. Apabila terjadi gangguan pada salah satu server, Nurrohman dituntut untuk segera menyelesaikan permasalahan itu sesegera mungkin.

" Kadang kalau ada event, sehari bisa memantau sekitar 100-an server dari berbagai negara. Jadi sering jarang keluar rumah,"  kata Nurrohman ditemui wartawan, Rabu (22/6/2022).

Pada hari biasa, Nurrohman memiliki tanggung jawab untuk merawat sekitar 50 hingga 70 server. Server-server itu berada di sejumlah negara, seperti Abudabi, Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain. 

" Ada beberapa server. Tapi semuanya terhubung dengan pusat yang ada di Singapura dan Jerman," jelasnya..

Setiap bulannya dari mengelola puluhan server, Nurrohman mampu mengumpulkan pendapatan hingga jutaan rupiah. Ia mengibaratkan pendapatannya bisa disetarakan dengan gaji PNS golongan IIIa.

Namun akibat kesibukannya itu, Nurrohman yang jarang keluar rumah kerap kali dianggap tetangganya sebagai seorang pengangguran. Ada pula tetangga yang mencibir dengan kalimat-kalimat miring yang ditepisnya dengan keringat penghasil rupiah.

Ibu Nurrohman, Sanikem juga sempat mengira bila anaknya yang kerap berdiam diri di dalam kamar hanya asyik bermain game di laptop. Namun setelah dijelaskan oleh Nurrohman, ia akhirnya mengerti.

" Kalau sekarang [Nurrohman] jadi tulang punggung keluarga. Apa-apa dia yang nyukupi," kata Sanikem.

Pekerjaan anaknya, lanjut Sanikem, memang sangat membantu perekonomian keluarganya. Pasalnya, selama ini Sanikem dan keluarganya hanya mengandalkan hasil kebun untuk hidup.