Sejumlah Nama Muncul Dalam Bursa Sekda Kulon Progo
Pemerintahan

Sejumlah Nama Muncul Dalam Bursa Sekda Kulon Progo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah nama muncul dalam daftar bursa pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo. Sebagai informasi, RM Astungkara yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kulon Progo akan memasuki masa pensiunnya pada 1 September 2022 mendatang.

Setidaknya ada enam nama yang muncul dalam daftar hasil seleksi terbuka jabatan tinggi pratama Sekda Kulon Progo. Daftar itu mulai beredar di kalangan masyarakat sejak Rabu (03/08/2022) pagi. Seleksi itu telah dilaksanakan pada Senin (01/08) kemarin.

Keenam nama itu yakni Jazil Ambar Was'an yang saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra, Triyono yang merupakan Kepala Bappeda, Riyadi Sunarto sebagai Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung).

Muncul pula nama Ariadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB), Arif Prastowo yang kini merupakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Eko Wisnu Wardhana yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Aset Daerah (BKAD).

Keenam pejabat yang saat ini merupakan pejabat eselon II di Kulon Progo itu telah dinyatakan lulus dalam sejumlah tes. Setelah lolos tes administratif, mereka bakal melanjutkan tes kompetensi.

Seluruh kandidat itu telah dinyatakan lolos. Selanjutnya akan dilakukan tes kompetensi yang akan dilakukan oleh Balai Pengukuran Kompetensi DIY selama 3 hari pada hari ini, kemudian tanggal 4 dan 6 Agustus,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulon Progo, Sudarmanto, Rabu (03/08/2022).

Sudarmanto menerangkan, proses pengisian jabatan Sekda ini telah disetujui oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) hingga Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Adapun panitia dibentuk dari unsur Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemda DIY, dan perguruan tinggi. 

Proses seleksi ada tahapan yang dilalui pertama seleksi administratif, kedua pengukuran kompetensi maupun potensi kandidat, kemudian interview oleh pansel,” imbuh Sudarmanto.

Berdasarkan tiga tahapan seleksi, panitia bakal menentukan 3 kandidat dengan capaian nilai terbaik. Hal itu kemudian dilaporkan pada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kabupaten untuk selanjutnya dikonsulitasikan kepada Gubernur DIY.

PPK beserta panitia juga bakal kembali melaporkan dan meminta izin kepada KASN. Sebelum izin lanjutan seleksi diterbitkan, KASN bakal memeriksa ulang berkas laporan untuk menentukan kesesuaian aturan dalam pelaksanaan seleksi.

Kemudian akan dimintakan izin lagi ke Kemendagri sebelum dilakukan pelantikan,” tutup Sudarmanto.