Tak Balik Modal, Petani Cabai di Panjatan Gagal Panen
Ekonomi

Tak Balik Modal, Petani Cabai di Panjatan Gagal Panen

Panjatan, (sorotkulonprogo.com)--Curah hujan tinggi membuat beberapa lahan pertanian cabai di Kulon Progo rusak dan mati. Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah lahan kebanjiran dan menyebabkan tanaman cabai menjadi lembab dan membusuk.

Semua lahan ini terendam air kemarin, karena air meluap dari tanggul pas hujan deras sehari semalam waktu itu, ucap Ngadiyo, salah satu petani di Padukuhan VII, Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan, Selasa (15/11/2022).

Ia juga harus mengikhlaskan modal Rp 10 juta untuk tanaman cabainya amblas. Sebab tanaman cabai yang sudah merah dan siap panen justru mati dan gagal panen karena curah hujan yang tinggi. Hujan membuat tanah menjadi lembab sehingga akar cabai membusuk, rusak, dan buah cabai rontok. 

Ngadiyo mengatakan bahwa kemarin harga cabai sempat tembus antara Rp 30.000 – Rp 40.000 perkilogram. Namun untuk saat ini para petani yang gagal panen cabai mereka menganti menanam sayur sawi sembari menungu musim kemarau yang akan datang. 

Cabai gagal panen ini juga dirasakan oleh para pedagang di pasar. Salah satunya ia Agus Rifai, pedagang sayuran di Pasar Beji, Kapanewon Wates.

Harga cabai lagi merosot rata-rata turun sekitar Rp10.000-an, turunnya harga baru-baru ini pas saat hujan lebat itu, ucap dia. (tabah)