Di Kulonprogo, Ganjar Berdialog Bersama Emak-Emak dan Penyandang Disabilitas
Politik

Di Kulonprogo, Ganjar Berdialog Bersama Emak-Emak dan Penyandang Disabilitas

Kulonprogo, (kulonprogo.sorot.co)--Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri kampanye terbuka di Alun-alun Wates, Minggu (28/1). Ganjar hadir ke lokasi acara sekitar pukul 17.30 WIB dengan berlari menuju panggung.

Kedatangannya pun langsung disambut oleh para pendukungnya yang dari tadi sudah memenuhi alun-alun Wates. Setelah naik panggung, Ganjar lantas menyapa para penontonnya.

Disaat sedang menyapa tersebut, pandangan ganjar pun lantas tertuju kepada emak-emak yang berada di depan panggung. Seketika itu juga, ganjar mengajaknya berdialog.

"Ibu maunya makan siang dan minum susu gratis atau sekolah gratis," ucapnya dari atas panggung.

Mendapat pertanyaan itu, emak-emak tersebut pun menjawab, ‘sekolah gratis. Karena kelak bisa mencerdaskan anak-anak’.  

Selain berdialog dengan emak-emak, di atas panggung ganjar juga tampak mencoba berdialog dengan penyandang disabilitas bisu dan tuli. Setelah itu, ganjar lantas berfoto bersama dengannya.

"Sebenarnya konsep dan teorinya tidak terlalu sulit. Tidak ada yang ditinggalkan termasuk dari kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Itulah yang hampir 10 tahun kami diajari oleh mereka. Saya diajari bagaimana pemerintah mesti arif, bagaimana mensetarakan mereka dan ini harus dengan tindakan khusus, tidak bisa disamakan dengan yang lain. Maka perlu mendapatkan perlakuan-perlakuan khusus. Apakah itu akses di dalam mereka bertransportasi, mengevakuasi diri, apakah kemudian akses pada pendidikan, keterampilan, pengembangan diri termasuk akses permodalan. Hal itulah yang menjadi perhatian kita dan kawan-kawan penyandang disabilitas, mereka menyampaikan kepada saya akan masukan itu," jelasnya ketika di wawancara wartawan.

Selain itu, lanjut Ganjar, ia mengaku salah karena setiap berada di panggung, berpidato, gegap gempita, selalu ada yang teriak-teriak. Melihat hal itu, sedih rasanya. Maka tadi ada salah satu yang mengingatkan.

"Kadang-kadang kami membayar dengan hal yang sederhana. Kami turun dan mereka meminta foto. Rasanya itu sudah senang, tetapi tentu hanya kejutan sesaat, tetapi berikutnya kita harus lebih arif lagi untuk menyiapkan itu," tandas Ganjar